RSA Gelar Pendidikan Berbasis Digital Kembangkan Skill Generasi Muda Indonesia
Rabu, 09 Februari 2022 - 20:46 WIB
loading...
A
A
A
“Kini, saya bisa bekerja dari mana saja, bahkan bisa sambil melakukan aktivitas lainnya. Sistem remote working ini sangat cocok bagi pekerja, khususnya kami yang terdampak secara langsung oleh pandemi, untuk bangkit dan berkarier.”
Konferensi RSSI berlangsung selama dua hari mulai dari 9-10 Februari 2022 dan seluruh rangkaian acara dapat diikuti secara daring. Sejumlah pakar dari berbagai industri juga turut hadir sebagai pembicara utama untuk berbagi pengalaman dan wawasan mereka terkait prospek remote working, serta pentingnya re-skill dan up-skill di lingkungan VUCA (Volatilitas (volatility), ketidakpastian (uncertainty), kompleksitas (complexity), dan ambiguitas (ambiguity).
“Di RSA, kami terus berupaya untuk membantu peserta berkembang dan berkarya tanpa batas lokasi. Kami telah mengadakan rangkaian program dan pendekatan kepada masyarakat, serta berkolaborasi bersama komunitas untuk membantu tenaga kerja muda Indonesia, salah satunya dengan RSSI,” kata Aulia Halimatussadiah, Chief Marketing Officer Remote Skills Academy.
“Selain itu, kami pun kini tengah mempersiapkan proyek Non-Fungible Token (NFT) bernama Robomot (@robomotnft) sebagai salah satu cara untuk mendukung remote worker yang ingin meningkatkan keahliannya dan meningkatkan gaung remote work di Indonesia. Rencana tersebut juga berjalan beriringan dengan proyek kami lainnya, yaitu menyiapkan pusat layanan gratis untuk segala bentuk informasi menyangkut remote work dan virtual assistance. Ke depannya, kami akan selalu berusaha untuk mewujudkan komitmen kami dalam mendukung pemberdayaan masyarakat Indonesia melalui program-program kami,” tutup Aulia.
Konferensi RSSI berlangsung selama dua hari mulai dari 9-10 Februari 2022 dan seluruh rangkaian acara dapat diikuti secara daring. Sejumlah pakar dari berbagai industri juga turut hadir sebagai pembicara utama untuk berbagi pengalaman dan wawasan mereka terkait prospek remote working, serta pentingnya re-skill dan up-skill di lingkungan VUCA (Volatilitas (volatility), ketidakpastian (uncertainty), kompleksitas (complexity), dan ambiguitas (ambiguity).
“Di RSA, kami terus berupaya untuk membantu peserta berkembang dan berkarya tanpa batas lokasi. Kami telah mengadakan rangkaian program dan pendekatan kepada masyarakat, serta berkolaborasi bersama komunitas untuk membantu tenaga kerja muda Indonesia, salah satunya dengan RSSI,” kata Aulia Halimatussadiah, Chief Marketing Officer Remote Skills Academy.
“Selain itu, kami pun kini tengah mempersiapkan proyek Non-Fungible Token (NFT) bernama Robomot (@robomotnft) sebagai salah satu cara untuk mendukung remote worker yang ingin meningkatkan keahliannya dan meningkatkan gaung remote work di Indonesia. Rencana tersebut juga berjalan beriringan dengan proyek kami lainnya, yaitu menyiapkan pusat layanan gratis untuk segala bentuk informasi menyangkut remote work dan virtual assistance. Ke depannya, kami akan selalu berusaha untuk mewujudkan komitmen kami dalam mendukung pemberdayaan masyarakat Indonesia melalui program-program kami,” tutup Aulia.
(mpw)
Lihat Juga :