Kolaborasi 5 PTM, Dosen UMM Ini Teliti Bahan Baku Obat Alternatif
Jum'at, 11 Februari 2022 - 23:41 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, Ina juga menuturkan eceng gondok dan kulit jeruk dipilih karena mengandung serat selulosa dan tinggi akan kandungan antioksidan. Keduanya juga dapat memiliki pertumbuhan yang cepat dan cukup mudah didapatkan. Kelebihan ini dinilai dapat mempermudah proses pembuatan obat baik dalam skala laboratorium maupun skala industri.
Baca juga: Calon Mahasiswa, Begini Cara Daftar SNMPTN 2022 di Laman LTMPT
"Eceng gondok diketahui memiliki kandungan selulosa yang tinggi yaitu 60% selulosa, 8% hemiselulosa, dan 17% lignin. Sedangkan kulit jeruk mengandung selulosa sebesar 5,36%. Dengan adanya persentase selulosa yang cukup besar, menjadikan kedua bahan alam ini dapat digunakan untuk bahan baku sediaan farmasi,” katanya.
Selain UMM, penelitian ini juga diinisiasi oleh 4 dosen dari universitas yang berbeda yaitu Universitas Muhammadiyah Lamongan, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Universitas Muhammadiyah Bandung, dan Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon. Dijelaskan oleh Ina, sampai saat ini penelitian yang dilakukan telah mencapai tahap ekstraksi kulit jeruk dan eceng gondok.
“Saya tentu berharap penelitian yang kami upayakan ini mampu menghasilkan hasil posotif. Sehingga industri farmasi Indonesia dapat memiliki alternatif lain dalam bahan baku obat. Pun membuat masyarakat bisa mendapatkan obat dengan harga yang relatif lebih terjangkau,” tandasnya.
Baca juga: Calon Mahasiswa, Begini Cara Daftar SNMPTN 2022 di Laman LTMPT
"Eceng gondok diketahui memiliki kandungan selulosa yang tinggi yaitu 60% selulosa, 8% hemiselulosa, dan 17% lignin. Sedangkan kulit jeruk mengandung selulosa sebesar 5,36%. Dengan adanya persentase selulosa yang cukup besar, menjadikan kedua bahan alam ini dapat digunakan untuk bahan baku sediaan farmasi,” katanya.
Selain UMM, penelitian ini juga diinisiasi oleh 4 dosen dari universitas yang berbeda yaitu Universitas Muhammadiyah Lamongan, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Universitas Muhammadiyah Bandung, dan Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon. Dijelaskan oleh Ina, sampai saat ini penelitian yang dilakukan telah mencapai tahap ekstraksi kulit jeruk dan eceng gondok.
“Saya tentu berharap penelitian yang kami upayakan ini mampu menghasilkan hasil posotif. Sehingga industri farmasi Indonesia dapat memiliki alternatif lain dalam bahan baku obat. Pun membuat masyarakat bisa mendapatkan obat dengan harga yang relatif lebih terjangkau,” tandasnya.
(mpw)
Lihat Juga :