Keren, Siswa MAN 2 Majalengka Raih Emas di Ajang Olimpiade Matematika Internasional
Selasa, 15 Februari 2022 - 18:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Orang Tua, Ini 10 Cara Mengetahui Minat dan Bakat Anak Sejak Dini
“Soal dari sana terus kita kerjakan. Ya kaya biasanya aja, tapi sekarang mah menggunakan bahasa Inggris, karena internasional kan. Alhamdulillah, bisa berjalan lancar,” jelas dia.
“Durasinya 1 jam untuk mengerjakan 40 soal. Ini untuk tingkat SLTA. Dari Majalengka saya sendiri. Alhamdulillah, sebelum-sebelumnya juga pernah ikut ajang serupa. Sekarang juga lagi ikut olimpiade Matematika LKTI Kemenag,” jelas dia.
Guru pembimbing Komisah, Milla Khoirul Millah menjelaskan, kompetisi menggunakan sistem grade dalam melakukan penilaian. Komisah, berada di posisi 45 dan dinyatakan berhak mendapat medali emas. “Itu kan pakai grade ya. Dari 382 peserta, Komisah berada di posisi 45 dan dinyatakan berhak mendapat medali emas dan sertifikat,” jelas dia.
Sebagai guru pembimbing, Milla menjelaskan, tidak sedikit anak didiknya yang ikut lomba. Dari beberapa lomba yang diikuti, dia mengaku tidak sedikit materi yang didapat anak didiknya belum diajarkan di sekolah.
“Menyiasatinya ya kami lakukan pendampingan untuk pelajaran tambahan. Bisa searching juga. Alhamdulillah, itu sangat membantu,” jelas dia.
“Soal dari sana terus kita kerjakan. Ya kaya biasanya aja, tapi sekarang mah menggunakan bahasa Inggris, karena internasional kan. Alhamdulillah, bisa berjalan lancar,” jelas dia.
“Durasinya 1 jam untuk mengerjakan 40 soal. Ini untuk tingkat SLTA. Dari Majalengka saya sendiri. Alhamdulillah, sebelum-sebelumnya juga pernah ikut ajang serupa. Sekarang juga lagi ikut olimpiade Matematika LKTI Kemenag,” jelas dia.
Guru pembimbing Komisah, Milla Khoirul Millah menjelaskan, kompetisi menggunakan sistem grade dalam melakukan penilaian. Komisah, berada di posisi 45 dan dinyatakan berhak mendapat medali emas. “Itu kan pakai grade ya. Dari 382 peserta, Komisah berada di posisi 45 dan dinyatakan berhak mendapat medali emas dan sertifikat,” jelas dia.
Sebagai guru pembimbing, Milla menjelaskan, tidak sedikit anak didiknya yang ikut lomba. Dari beberapa lomba yang diikuti, dia mengaku tidak sedikit materi yang didapat anak didiknya belum diajarkan di sekolah.
“Menyiasatinya ya kami lakukan pendampingan untuk pelajaran tambahan. Bisa searching juga. Alhamdulillah, itu sangat membantu,” jelas dia.
Lihat Juga :