Tim Arsitektur Unpar Runner Up Kompetisi Desain Archinesia 2022
Selasa, 15 Februari 2022 - 21:23 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Profesor dari IPB Sebut Tanaman Herbal Ini Mujarab Sembuhkan Asam Urat
Tim mahasiswa Arsitektur Unpar angkatan 2018 itu menemukan adanya dampak pascapandemi yang menimbulkan 'sampah pandemi' berupa masker sekali pakai, sampah-sampah plastik yang disebabkan oleh pengiriman makanan, dan
barang-barang sisa pembelian online, serta sampah-sampah lain yang susah atau lama untuk diurai.
Melalui pemikiran tersebut, mereka berusaha membuat prototipe rumah sampah pertama di Indonesia dengan visi untuk membantu pemerintah memecahkan masalah timbunan sampah.
Maka dari itu, mereka mengubah sampah seperti masker sekali pakai menjadi batu bata, kotak makanan plastik menjadi instalasi nako, dan pot tanaman, serta botol plastik diubah menjadi dinding translusen, dan lain-lain.
Michael, sebagai perwakilan kelompok tersebut menuturkan bahwa timnya memiliki rasa percaya diri yang tinggi untuk mendapatkan juara pada ajang tersebut.
"Walau dengan waktu 11 hari desain, jujur kami cukup percaya diri dengan hasil rancangan kami, walau gagal menjadi juara 1, kami cukup puas dan bangga akan hasil kami karena kami sudah memberikan ide-ide dan gagasan terbaik dari kami. Untuk itu, menjadi ambisi kami untuk tidak menyerah dan terus memenangkan lomba-lomba yang lebih besar lagi," tutur Michael, Selasa (15/2/2022).
Tim mahasiswa Arsitektur Unpar angkatan 2018 itu menemukan adanya dampak pascapandemi yang menimbulkan 'sampah pandemi' berupa masker sekali pakai, sampah-sampah plastik yang disebabkan oleh pengiriman makanan, dan
barang-barang sisa pembelian online, serta sampah-sampah lain yang susah atau lama untuk diurai.
Melalui pemikiran tersebut, mereka berusaha membuat prototipe rumah sampah pertama di Indonesia dengan visi untuk membantu pemerintah memecahkan masalah timbunan sampah.
Maka dari itu, mereka mengubah sampah seperti masker sekali pakai menjadi batu bata, kotak makanan plastik menjadi instalasi nako, dan pot tanaman, serta botol plastik diubah menjadi dinding translusen, dan lain-lain.
Michael, sebagai perwakilan kelompok tersebut menuturkan bahwa timnya memiliki rasa percaya diri yang tinggi untuk mendapatkan juara pada ajang tersebut.
"Walau dengan waktu 11 hari desain, jujur kami cukup percaya diri dengan hasil rancangan kami, walau gagal menjadi juara 1, kami cukup puas dan bangga akan hasil kami karena kami sudah memberikan ide-ide dan gagasan terbaik dari kami. Untuk itu, menjadi ambisi kami untuk tidak menyerah dan terus memenangkan lomba-lomba yang lebih besar lagi," tutur Michael, Selasa (15/2/2022).
Lihat Juga :