Mahasiswa UMM Raih Medali Emas di Ajang Internasional AISEEF
Rabu, 16 Februari 2022 - 08:33 WIB
loading...
Mahasiswa UMM berhasil meraih medali emas pada kategori Social Science di ajang Asean Innovative Science Enviromental and Entrepreneur Fair (AISEEF). Foto/Dok/UMM
A
A
A
JAKARTA - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang ( UMM ) kembali mengharumkan nama Kampus Putih di kancah Internasional. Kali ini tim dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Forum Diskusi Ilmiah (FDI) berhasil meraih medali emas pada kategori Social Science di ajang Asean Innovative Science Enviromental and Entrepreneur Fair ( AISEEF ).
Adapun event ini diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Assosiaation (IYSA) dan Universitas Diponegoro (Undip) pada awal Februari lalu secara luring.
Baca juga: Tim Arsitektur Unpar Runner Up Kompetisi Desain Archinesia 2022
Siti Mariyatul Qibliyah, salah satu anggota kelompok menjelaskan bahwa judul yang diangkat adalah ‘The Assistance of The PKK Group At Tanjungtani Village Through Utilizing Soybean Husk Waste Into Products’. Adapun inovasi ini adalah pemanfaatan limbah kulit ari kedelai menjadi abon siap dikonsumsi.
Tidak hanya itu, mereka juga memberdayakan ibu-ibu PKK dalam mengembangkan dan meningkatkan ekonomi Desa Tanjungtani. Hal itu menjadi bagian dari upaya membentuk wirausaha baru dan menciptakan masyarakat mandiri.
“Kami tidak hanya memasarkannya secara luring, tapi juga daring melalui marketplace dan beragam media sosial,” tegasnya.
Baca juga: Profesor dari IPB Sebut Tanaman Herbal Ini Mujarab Sembuhkan Asam Urat
Adapun event ini diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Assosiaation (IYSA) dan Universitas Diponegoro (Undip) pada awal Februari lalu secara luring.
Baca juga: Tim Arsitektur Unpar Runner Up Kompetisi Desain Archinesia 2022
Siti Mariyatul Qibliyah, salah satu anggota kelompok menjelaskan bahwa judul yang diangkat adalah ‘The Assistance of The PKK Group At Tanjungtani Village Through Utilizing Soybean Husk Waste Into Products’. Adapun inovasi ini adalah pemanfaatan limbah kulit ari kedelai menjadi abon siap dikonsumsi.
Tidak hanya itu, mereka juga memberdayakan ibu-ibu PKK dalam mengembangkan dan meningkatkan ekonomi Desa Tanjungtani. Hal itu menjadi bagian dari upaya membentuk wirausaha baru dan menciptakan masyarakat mandiri.
“Kami tidak hanya memasarkannya secara luring, tapi juga daring melalui marketplace dan beragam media sosial,” tegasnya.
Baca juga: Profesor dari IPB Sebut Tanaman Herbal Ini Mujarab Sembuhkan Asam Urat
Lihat Juga :