Lustrum APJIKI, Kemenristekdikti: Dorong Peneliti Agar Menghasilkan Artikel yang Berkualitas
Jum'at, 18 Februari 2022 - 01:20 WIB
loading...
A
A
A
Prof. Sutikno mengatakan, fokus perhatian dalam sebuah publikasi haruslah memiliki penelitian yang luar biasa dan padat pengetahuan. Penelitian, kata dia, sebaiknya interdisiplinear dan terintegrasi dan tidak kalah pentingnya adalah bagaimana integrasi dan etika yang baik dari para peneliti.
Lebih lanjut ia menambahkan, APJIKI memiliki peran strategis dalam pengembangan jurnal yang ada di Indonesia, khususnya jurnal di bidang ilmu komunikasi,
“APJIKI memiliki peran dalam merancang dan meningkatkan pengetahuan dan keahlian yang diperlukan dalam mengelola penerbitan artikel ilmiah, selain itu peran APJIKI dapat mendorong para peneliti-peneliti agar menghasilkan artikel yang extraordinary research dan berkualitas” Ujar Sutikno.
Narasumber kedua, Dosen Universitas Padjadjaran (Unpad) Dr. Hanny Hafiar mengatakan, penulis artikel jurnal haruslah mampu menguasai tool citation, Style Grafis, style format dan style additional information.
Menurutnya, para penulis harus mampu memahami aspek-aspek teknis dalam penulisan jurnal, seperti tool citation dan sebagainya. Penulis diharapkan tidak gaptek atau gagap teknologi dalam penulisan jurnal.
"Sebelum sampai kepada reviewer, editor akan melihat juga apakah artikel tersebut sudah sesuai dengan kebijakan-kebijakan redaksi terkait hal teknis seperti Aim dan Scope, style dan rules dari jurnalnya juga perhatikan” tutur Hanny.
Lebih lanjut ia menambahkan, APJIKI memiliki peran strategis dalam pengembangan jurnal yang ada di Indonesia, khususnya jurnal di bidang ilmu komunikasi,
“APJIKI memiliki peran dalam merancang dan meningkatkan pengetahuan dan keahlian yang diperlukan dalam mengelola penerbitan artikel ilmiah, selain itu peran APJIKI dapat mendorong para peneliti-peneliti agar menghasilkan artikel yang extraordinary research dan berkualitas” Ujar Sutikno.
Narasumber kedua, Dosen Universitas Padjadjaran (Unpad) Dr. Hanny Hafiar mengatakan, penulis artikel jurnal haruslah mampu menguasai tool citation, Style Grafis, style format dan style additional information.
Menurutnya, para penulis harus mampu memahami aspek-aspek teknis dalam penulisan jurnal, seperti tool citation dan sebagainya. Penulis diharapkan tidak gaptek atau gagap teknologi dalam penulisan jurnal.
"Sebelum sampai kepada reviewer, editor akan melihat juga apakah artikel tersebut sudah sesuai dengan kebijakan-kebijakan redaksi terkait hal teknis seperti Aim dan Scope, style dan rules dari jurnalnya juga perhatikan” tutur Hanny.
Lihat Juga :