2 Madrasah di Grobogan, Jawa Jengah Terapkan Digitalisasi Pembelajaran untuk Siswa
Sabtu, 19 Februari 2022 - 10:00 WIB
loading...
Madrasah Tsanawiyah Sabilurrohman, Desa Ringinharjo, Kec. Gubug, Grobogan, Jawa Tengah, sudah menerapkan digitalisasi pembelajaran di sekolahnya. Foto/Ist
A
A
A
GROBOGAN - Digitalisasi menjadi hal penting di era saat ini. Lebih lagi, adanya pembatasan akibat pandemi Covid-19. Teknologi Digital jadi jembatan untuk segala aktivitas.
Manfaat teknologi digital juga telah dinikmati sebagian masyarakat yang tinggal dipelosok. Salah satunya di Desa Ringinharjo, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Baca juga: Sejak Januari 2022, Siswa MTsN 1 Pati Raih 3.533 Medali Even Nasional dan Internasional
Beberapa sekolah seperti Madrasah Ibtidaiyah Yaumi dan Madrasah Tsanawiyah Sabilurrohman, Desa Ringinharjo juga telah merasakan manfaatnya. Mereka juga telah mencanangkan diri sebagai madrasah digital.
Terletak di pelosok Grobogan dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Demak, jaringan internet di wilayah tersebut masih terbatas. Bahkan, sebagian jalan utama masih bebatuan alias bekas aspal rusak. Namun, hal itu tidak menggerus semangat untuk melakukan digitalisasi pembelajaran.
Kepala MI Yaumi, Saifudin menyebutkan, deklarasi madrasah digital itu usai pihaknya mampu mengadakan pembelajaran digital dan memiliki perpustakaan digital.
Baca juga: Keren, Siswa MAN 2 Majalengka Raih Emas di Ajang Olimpiade Matematika Internasional
Manfaat teknologi digital juga telah dinikmati sebagian masyarakat yang tinggal dipelosok. Salah satunya di Desa Ringinharjo, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Baca juga: Sejak Januari 2022, Siswa MTsN 1 Pati Raih 3.533 Medali Even Nasional dan Internasional
Beberapa sekolah seperti Madrasah Ibtidaiyah Yaumi dan Madrasah Tsanawiyah Sabilurrohman, Desa Ringinharjo juga telah merasakan manfaatnya. Mereka juga telah mencanangkan diri sebagai madrasah digital.
Terletak di pelosok Grobogan dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Demak, jaringan internet di wilayah tersebut masih terbatas. Bahkan, sebagian jalan utama masih bebatuan alias bekas aspal rusak. Namun, hal itu tidak menggerus semangat untuk melakukan digitalisasi pembelajaran.
Kepala MI Yaumi, Saifudin menyebutkan, deklarasi madrasah digital itu usai pihaknya mampu mengadakan pembelajaran digital dan memiliki perpustakaan digital.
Baca juga: Keren, Siswa MAN 2 Majalengka Raih Emas di Ajang Olimpiade Matematika Internasional
Lihat Juga :