Ini Filosofi Gedung Pusat UGM Rancangan GPH Hadinegoro
Rabu, 23 Februari 2022 - 23:59 WIB
loading...
Gedung Universitas Gadjah Mada (UGM). Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Gedung Pusat UGM bukan sekadar bangunan. Sejatinya terdapat nilai-nilai dan makna yang hendak diwasiatkan oleh para pembangunnya pada generasi-generasi berikutnya. Berikut beberapa nilai filosofis Gedung Pusat UGM yang perlu untuk Anda ketahui.
Nilai-nilai filosofis ini kami ambil dari film dokumenter ‘Filosofi Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada’ yang dipersembahkan oleh Fakultas Filsafat UGM . Dokumenter tersebut dipublikasikan melalui channel YouTube ‘Kanal Pengetahuan Fakultas Filsafat UGM’, pada Jumat (11/2/2022) lalu.
Baca juga: Rektor UGM Mewisuda 1.551 Lulusan, Sederet Mahasiswa Jadi Lulusan Termuda dan Raih IPK Tertinggi
Pertama sekali, perlu untuk diketahui bahwa pembangunan Gedung Pusat UGM sejatinya dilandasi semangat untuk membangun peradaban baru Bangsa Indonesia pasca kemerdekaan tahun 1945.
Tidak serupa dengan bangunan seperti Istana Merdeka (Kediaman dan Kantor Presiden Indonesia saat ini) dan bangunan-bangunan nasional lainnya yang dirancang oleh arsitek Belanda, Gedung Pusat UGM dirancang oleh arsitek asli Indonesia, GPH Hadinegoro.
“Gedung Pusat ini seolah-olah simbol membangun peradaban baru. Bung Karno dan kawan-kawan pada waktu itu ingin menunjukkan bahwa arsitek Indonesia mampu membuat bangunan karya arsitektur yang tidak kalah dengan arsitek-arsitek dunia,” tutur Dr. Heri Santoso, peneliti sekaligus dosen Fakultas Filsafat UGM, dalam film dokumenter.
Baca juga: Tertarik Jadi PNS, Ini Tips dan Trik Lulus Sekolah Kedinasan 2022
Nilai-nilai filosofis ini kami ambil dari film dokumenter ‘Filosofi Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada’ yang dipersembahkan oleh Fakultas Filsafat UGM . Dokumenter tersebut dipublikasikan melalui channel YouTube ‘Kanal Pengetahuan Fakultas Filsafat UGM’, pada Jumat (11/2/2022) lalu.
Baca juga: Rektor UGM Mewisuda 1.551 Lulusan, Sederet Mahasiswa Jadi Lulusan Termuda dan Raih IPK Tertinggi
Pertama sekali, perlu untuk diketahui bahwa pembangunan Gedung Pusat UGM sejatinya dilandasi semangat untuk membangun peradaban baru Bangsa Indonesia pasca kemerdekaan tahun 1945.
Tidak serupa dengan bangunan seperti Istana Merdeka (Kediaman dan Kantor Presiden Indonesia saat ini) dan bangunan-bangunan nasional lainnya yang dirancang oleh arsitek Belanda, Gedung Pusat UGM dirancang oleh arsitek asli Indonesia, GPH Hadinegoro.
“Gedung Pusat ini seolah-olah simbol membangun peradaban baru. Bung Karno dan kawan-kawan pada waktu itu ingin menunjukkan bahwa arsitek Indonesia mampu membuat bangunan karya arsitektur yang tidak kalah dengan arsitek-arsitek dunia,” tutur Dr. Heri Santoso, peneliti sekaligus dosen Fakultas Filsafat UGM, dalam film dokumenter.
Baca juga: Tertarik Jadi PNS, Ini Tips dan Trik Lulus Sekolah Kedinasan 2022
Lihat Juga :