Mahasiswa ITERA Teliti Kulit Pisang dan Serabut Kelapa untuk Filtrasi Air
Rabu, 09 Maret 2022 - 17:45 WIB
loading...
Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Foto/Tangkap layar laman ITERA
A
A
A
JAKARTA - Meskipun pandemi dimana perkuliahan dilakukan terbatas namun mahasiswa tidak henti berinovasi. Gagasan yang diciptakan pun diharapkan mampu menjadi solusi di tengah masyarakat.
Hal inilah yang dilakukan tim mahasiswa dari Institut Teknologi Sumatera (ITERA) yang mengangkat penelitian tentang pemanfaatan limbah kulit pisang dan serabut kelapa sebagai media filtrasi air, guna mengurangi zat berbahaya yang terkandung.
Tim ITERA beranggotakan Abdul Khanafy dan Dina Fauzizah Rabathi Al Choil dari Program Studi Teknik Pertambangan. Mereka meraih prestasi juara III dalam ajang lomba karya tulis ilmiah mahasiswa se-Sumatera, Gebyar Kimia Iron 2022 yang diadakan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kimia Universitas Jambi.
Abdul Khanafy menyebut, penelitiannya bertajuk rancang bangun desain teknologi filtrasi air menggunakan karbon aktif nanomaterial musa paradisiaca dan cocofiber guna mengurangi zat berbahaya pada air. Mereka mencoba memecahkan permasalahan pencemaran air yang terjadi di Sungai Way Belau, hingga Pulau Pasaran, Bandar Lampung.
Baca: Mahasiswa UNY Gagas Maze Of History Agar Pembelajaran Sejarah Semakin Menarik
Hal inilah yang dilakukan tim mahasiswa dari Institut Teknologi Sumatera (ITERA) yang mengangkat penelitian tentang pemanfaatan limbah kulit pisang dan serabut kelapa sebagai media filtrasi air, guna mengurangi zat berbahaya yang terkandung.
Tim ITERA beranggotakan Abdul Khanafy dan Dina Fauzizah Rabathi Al Choil dari Program Studi Teknik Pertambangan. Mereka meraih prestasi juara III dalam ajang lomba karya tulis ilmiah mahasiswa se-Sumatera, Gebyar Kimia Iron 2022 yang diadakan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kimia Universitas Jambi.
Abdul Khanafy menyebut, penelitiannya bertajuk rancang bangun desain teknologi filtrasi air menggunakan karbon aktif nanomaterial musa paradisiaca dan cocofiber guna mengurangi zat berbahaya pada air. Mereka mencoba memecahkan permasalahan pencemaran air yang terjadi di Sungai Way Belau, hingga Pulau Pasaran, Bandar Lampung.
Baca: Mahasiswa UNY Gagas Maze Of History Agar Pembelajaran Sejarah Semakin Menarik
Lihat Juga :