Hasil Riset FKUI, Ini Faktor Utama Kematian Akibat Covid-19
Rabu, 09 Maret 2022 - 19:11 WIB
loading...
A
A
A
Indonesia merupakan negara dengan angka kematian tertinggi di Asia, dan menjadi ketiga terbanyak di dunia - setelah India dan Iran. Pada akhir 2020, di Indonesia setidaknya terdapat 735.000 kasus terdiagnosis Covid-19 dan 22.138 kematian akibat Covid-19.
Sayangnya, dalam menghadapi pandemi Covid-19, Indonesia harus berhadapan dengan kapasitas perawatan kritis dan pendanaan yang terbatas.
Selain tantangan tersebut, belum banyak masyarakat yang mengetahui faktor prognostik kematian di Indonesia. Padahal, pengetahuan atas faktor tersebut penting sebagai bentuk deteksi pasien Covid-19 dengan risiko tinggi.
Dengan metode kohort retrospektif, studi ini dilakukan kepada 243 pasien Covid-19 di RSUD Koja, Tanjung Priok, Jakarta, periode 20 Maret–31 Juli 2020.
Data kelompok penyintas dan yang meninggal akibat Covid-19 diambil dari rekam medis pasien guna mengeksplorasi faktor prognostik. Data tersebut meliputi demografi, pemeriksaan klinis, laboratorium, dan radiologi pasien.
Hasilnya, pasien berpenyakit bawaan, berkebutuhan oksigen dengan segera, berstatus RDW (red cell distribution width) abnormal, serta yang menjalani terapi klorokuin (obat antimalaria) memiliki risiko mengalami kematian akibat Covid-19 lebih tinggi.
Pasien Covid-19 yang meninggal lebih mungkin memiliki penyakit bawaan, seperti hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas. Demikian juga pasien yang mengalami pengentalan darah. Situasi trombosis ini dapat meningkatkan risiko cedera jantung pada pasien Covid-19.
Sayangnya, dalam menghadapi pandemi Covid-19, Indonesia harus berhadapan dengan kapasitas perawatan kritis dan pendanaan yang terbatas.
Selain tantangan tersebut, belum banyak masyarakat yang mengetahui faktor prognostik kematian di Indonesia. Padahal, pengetahuan atas faktor tersebut penting sebagai bentuk deteksi pasien Covid-19 dengan risiko tinggi.
Dengan metode kohort retrospektif, studi ini dilakukan kepada 243 pasien Covid-19 di RSUD Koja, Tanjung Priok, Jakarta, periode 20 Maret–31 Juli 2020.
Data kelompok penyintas dan yang meninggal akibat Covid-19 diambil dari rekam medis pasien guna mengeksplorasi faktor prognostik. Data tersebut meliputi demografi, pemeriksaan klinis, laboratorium, dan radiologi pasien.
Hasilnya, pasien berpenyakit bawaan, berkebutuhan oksigen dengan segera, berstatus RDW (red cell distribution width) abnormal, serta yang menjalani terapi klorokuin (obat antimalaria) memiliki risiko mengalami kematian akibat Covid-19 lebih tinggi.
Pasien Covid-19 yang meninggal lebih mungkin memiliki penyakit bawaan, seperti hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas. Demikian juga pasien yang mengalami pengentalan darah. Situasi trombosis ini dapat meningkatkan risiko cedera jantung pada pasien Covid-19.
Lihat Juga :