Dosen UGM Rancang Teknologi Big Data dan Cloud Computing untuk Mitigasi Covid-19
Rabu, 16 Maret 2022 - 18:17 WIB
loading...
A
A
A
Ia mulai melakukan riset dan pengembangan sejak 2013. Dalam mengembangkan teknologi big data dan cloud computing ia dan tim menggunakan fasilitas Laboratorium Riset Sistem Komputer dan Jaringan di Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UGM.
Penelitian dimulai dengan membangun fasilitas komputasi terdistribusi (kluster) dengan memanfaatkan komputer-komputer tidak terpakai berspesifikasi rendah. Meski dengan spesifikasi yang seadanya, fasilitas komputasi ini dapat bekerja efisien untuk melakukan pemrograman paralel dan menjadi rintisan awal komputer kluster di UGM yang dinamai GamaBox.
Lalu ia mengembangkan GamaBox-Lego yang merupakan mini komputer kluster dikemas dengan brick permainan lego sehingga mudah dikustomisasi bentuk yang ditujukan untuk media pengenalan komputer kluster ke masyarakat dan siswa sekolah. Selanjutnya mengembangkan GamaBox Wisanggeni yaitu komputer kluster yang lebih canggih terdiri dari 32 nodes kluster dengan single board computer. GamaBox Wisanggeni ini dibuat dengan 3 versi yang mampu menjalankan komputasi secara paralel dan pemrosesan big data secara cepat.
“GamaBox Wisanggeni ini menjadi prototipe dari teknologi cloud computing dan big data yang operasional untuk pemrosesan ilmiah dan kebutuhan industri saat ini,” terangnya.
Pengembangan terus berlanjut. Mardhani bersama tim membuat GamaBox Operating System pada 2018. Sistem operasi ini dibuat dengan maksud menghadirkan platform sistem operasi open source yang dapat menjalankan lingkungan komputasi Big Data secara efisien.
Sistem operasi GamaBox Operating System saat ini menjadi engine utama di Laboratorium Riset dan sudah dioperasionalkan untuk mendukung big data environment di salah satu perusahaan energi dunia dengan terimplementasi sebanyak 1.024 nodes.
GamaBox Wisanggeni, GamaBox Operating System kemudian diintegrasikan menjadi platform teknologi cloud computing bernama GamaCloud. GamaCloud dibuat dengan tujuan menguasai teknologi penyelenggaraan layanan cloud computing untuk infrastruktur komputasi, layanan platform dan layanan aplikasi.
“Upaya ini menjadi penting karena dengan kita memiliki cloud computing maka kemandirian terhadap penyelenggaraan layanan teknologi internet bisa kita jalankan secara mandiri dan bisa satu level dengan Amazone, Google dan lainnya,” pungkasnya.
Penelitian dimulai dengan membangun fasilitas komputasi terdistribusi (kluster) dengan memanfaatkan komputer-komputer tidak terpakai berspesifikasi rendah. Meski dengan spesifikasi yang seadanya, fasilitas komputasi ini dapat bekerja efisien untuk melakukan pemrograman paralel dan menjadi rintisan awal komputer kluster di UGM yang dinamai GamaBox.
Lalu ia mengembangkan GamaBox-Lego yang merupakan mini komputer kluster dikemas dengan brick permainan lego sehingga mudah dikustomisasi bentuk yang ditujukan untuk media pengenalan komputer kluster ke masyarakat dan siswa sekolah. Selanjutnya mengembangkan GamaBox Wisanggeni yaitu komputer kluster yang lebih canggih terdiri dari 32 nodes kluster dengan single board computer. GamaBox Wisanggeni ini dibuat dengan 3 versi yang mampu menjalankan komputasi secara paralel dan pemrosesan big data secara cepat.
“GamaBox Wisanggeni ini menjadi prototipe dari teknologi cloud computing dan big data yang operasional untuk pemrosesan ilmiah dan kebutuhan industri saat ini,” terangnya.
Pengembangan terus berlanjut. Mardhani bersama tim membuat GamaBox Operating System pada 2018. Sistem operasi ini dibuat dengan maksud menghadirkan platform sistem operasi open source yang dapat menjalankan lingkungan komputasi Big Data secara efisien.
Sistem operasi GamaBox Operating System saat ini menjadi engine utama di Laboratorium Riset dan sudah dioperasionalkan untuk mendukung big data environment di salah satu perusahaan energi dunia dengan terimplementasi sebanyak 1.024 nodes.
GamaBox Wisanggeni, GamaBox Operating System kemudian diintegrasikan menjadi platform teknologi cloud computing bernama GamaCloud. GamaCloud dibuat dengan tujuan menguasai teknologi penyelenggaraan layanan cloud computing untuk infrastruktur komputasi, layanan platform dan layanan aplikasi.
“Upaya ini menjadi penting karena dengan kita memiliki cloud computing maka kemandirian terhadap penyelenggaraan layanan teknologi internet bisa kita jalankan secara mandiri dan bisa satu level dengan Amazone, Google dan lainnya,” pungkasnya.
(nz)
Lihat Juga :