Dosen UGM Rancang Teknologi Big Data dan Cloud Computing untuk Mitigasi Covid-19
Rabu, 16 Maret 2022 - 18:17 WIB
loading...
A
A
A
G-Connect adalah pengembangan tools yang dapat mendeteksi pergerakan tanah longsor, kondisi lingkungan dengan sensor. Data terkumpul secara realtime dan dikirimkan dengan jaringan internet kualitas rendah ke server big data di UGM secara berkala dan terjadwal.
Mardhani menjelaskan, peralatan tersebut dapat bekerja secara mandiri karena didukung oleh solar power dan kemudahan mobilisasi peralatan menyesuaikan perkembangan retakan longsor. G-Connect saat ini telah tersebar di 37 titik (sebelum terkena longsor) di jalur retakan Gunung Gandul di Kabupaten Wonogiri. Secara bersamaan implementasi G-Connect ini juga melibatkan mahasiswa KKN UGM untuk menyiapkan wilayah di Wonogiri tanggap terhadap bencana.
Tak hanya itu, sejak 2020 bersama tim Big Data Energy mengembangkan platform big data management untuk sektor energi di Indonesia yakni Gamabox Explorer. Platform tersebut menjadi produk riset sistem big data manajemen energy yang digunakan dan sesuai dengan standar internasional pengelolaan data minyak dan gas (PPDM Standard).
GamaBox Explorer menyediakan hasil analisis produksi dan prediksi minyak dan gas dengan menggunakan pendekatan big data dan artificial intelligence yang advance sehingga memudahkan industri dalam merencanakan eksplorasi dan eksploitasi.
Pada 2021 ini, GamaBox Explorer juga telah dikembangkan untuk menjadi platform analisis di area batubara, dan telah dihasilkan analisis klasifikasi kualitas batubara dan Underground Coal Gasification (UCG).
Baca juga: Unhan Gelar Wisuda untuk 428 Mahasiswa S2 dan S3 pada Dies Natalis Ke-13
Mardhani menyampaikan, teknologi big data dan cloud computing saat ini memainkan peran besar dan vital dalam transformasi digital, memungkinkan inovasi data dan aplikasi berkembang dengan sangat pesat. Sayangnya, Indonesia masih menjadi negara yang bergantung pada impor untuk penyediaan layanan tersebut. Peneliti dan pengembang di tanah air hanya menggunakan tools teknologi yang tersedia dan menggunakannya untuk mendukung aplikasi yang digunakan.
Kondisi ini memunculkan kerisauan bagi Mardhani akan fakta bahwa Indonesia belum merdeka dan mandiri untuk bisa mengembangkan teknologi big data dan cloud computing dari dalam negeri sendiri. Hal tersebut menggerakkannya untuk mendalami dan melakukan pengembangan dasar sampai aplikatif teknologi utama di big data dan cloud computing.
Mardhani menjelaskan, peralatan tersebut dapat bekerja secara mandiri karena didukung oleh solar power dan kemudahan mobilisasi peralatan menyesuaikan perkembangan retakan longsor. G-Connect saat ini telah tersebar di 37 titik (sebelum terkena longsor) di jalur retakan Gunung Gandul di Kabupaten Wonogiri. Secara bersamaan implementasi G-Connect ini juga melibatkan mahasiswa KKN UGM untuk menyiapkan wilayah di Wonogiri tanggap terhadap bencana.
Tak hanya itu, sejak 2020 bersama tim Big Data Energy mengembangkan platform big data management untuk sektor energi di Indonesia yakni Gamabox Explorer. Platform tersebut menjadi produk riset sistem big data manajemen energy yang digunakan dan sesuai dengan standar internasional pengelolaan data minyak dan gas (PPDM Standard).
GamaBox Explorer menyediakan hasil analisis produksi dan prediksi minyak dan gas dengan menggunakan pendekatan big data dan artificial intelligence yang advance sehingga memudahkan industri dalam merencanakan eksplorasi dan eksploitasi.
Pada 2021 ini, GamaBox Explorer juga telah dikembangkan untuk menjadi platform analisis di area batubara, dan telah dihasilkan analisis klasifikasi kualitas batubara dan Underground Coal Gasification (UCG).
Baca juga: Unhan Gelar Wisuda untuk 428 Mahasiswa S2 dan S3 pada Dies Natalis Ke-13
Mardhani menyampaikan, teknologi big data dan cloud computing saat ini memainkan peran besar dan vital dalam transformasi digital, memungkinkan inovasi data dan aplikasi berkembang dengan sangat pesat. Sayangnya, Indonesia masih menjadi negara yang bergantung pada impor untuk penyediaan layanan tersebut. Peneliti dan pengembang di tanah air hanya menggunakan tools teknologi yang tersedia dan menggunakannya untuk mendukung aplikasi yang digunakan.
Kondisi ini memunculkan kerisauan bagi Mardhani akan fakta bahwa Indonesia belum merdeka dan mandiri untuk bisa mengembangkan teknologi big data dan cloud computing dari dalam negeri sendiri. Hal tersebut menggerakkannya untuk mendalami dan melakukan pengembangan dasar sampai aplikatif teknologi utama di big data dan cloud computing.
Lihat Juga :