Buat Aplikasi Sastra Healing, Mahasiswa UNS Raih Emas di YISF 2022
Selasa, 22 Maret 2022 - 15:54 WIB
loading...
A
A
A
Mahasiswa semester enam tersebut menambahkan bahwa dalam aplikasi juga terdapat menu instrumen musik yang digunakan untuk meningkatkan fokus pendengar. Secara umum, tujuan aplikasi ini adalah untuk mengurangi rasa cemas dan stres pada mahasiswa.
“Hal yang melatarbelakangi kami adalah pandemi Covid-19 yang mengakibatkan adanya peralihan proses pembelajaran luring menjadi daring. Hal itu membawa beberapa dampak, di antaranya adalah peningkatan rasa stres dan cemas dari mahasiswa karena banyak tugas yang harus diselesaikan. Oleh karena itu kami mencoba mengusung aplikasi ini,” kata Pradana Ricardo dikutip dari laman resmi UNS, Selasa (22/3/2022).
Baca juga: Sisihkan 23 Negara, 2 Tim Hipotesa MAN 1 Jembrana Raih Emas dan Perak di Ajang Riset Internasional
Sementara itu, Amanda Komsatun Sa’diyyah mengaku sangat bersyukur dan senang mendapat medali emas dalam kompetisi tersebut. Ia berharap semoga aplikasi ini dapat diluncurkan dan bermanfaat bagi para mahasiswa. Hal senada juga diungkapkan Difanti. Ia mengaku tidak menyangka mendapat medali emas karena saat sesi penilaian, dirinya merasa kurang maksimal.
“Overall seneng banget sih pasti. Alhamdulillah bisa berkesempatan ikut kompetisi ini dan bisa dapat gold medal. Harapan ke depan, semoga aplikasinya bisa dikembangkan dan release secara resmi supaya bisa dimanfaatkan untuk teman-teman mahasiswa di luar sana. Melalui pencapaian ini, semoga jadi pemicu untuk lebih berprestasi lagi ke depannya,” tutup Difanti.
“Hal yang melatarbelakangi kami adalah pandemi Covid-19 yang mengakibatkan adanya peralihan proses pembelajaran luring menjadi daring. Hal itu membawa beberapa dampak, di antaranya adalah peningkatan rasa stres dan cemas dari mahasiswa karena banyak tugas yang harus diselesaikan. Oleh karena itu kami mencoba mengusung aplikasi ini,” kata Pradana Ricardo dikutip dari laman resmi UNS, Selasa (22/3/2022).
Baca juga: Sisihkan 23 Negara, 2 Tim Hipotesa MAN 1 Jembrana Raih Emas dan Perak di Ajang Riset Internasional
Sementara itu, Amanda Komsatun Sa’diyyah mengaku sangat bersyukur dan senang mendapat medali emas dalam kompetisi tersebut. Ia berharap semoga aplikasi ini dapat diluncurkan dan bermanfaat bagi para mahasiswa. Hal senada juga diungkapkan Difanti. Ia mengaku tidak menyangka mendapat medali emas karena saat sesi penilaian, dirinya merasa kurang maksimal.
“Overall seneng banget sih pasti. Alhamdulillah bisa berkesempatan ikut kompetisi ini dan bisa dapat gold medal. Harapan ke depan, semoga aplikasinya bisa dikembangkan dan release secara resmi supaya bisa dimanfaatkan untuk teman-teman mahasiswa di luar sana. Melalui pencapaian ini, semoga jadi pemicu untuk lebih berprestasi lagi ke depannya,” tutup Difanti.
(nz)
Lihat Juga :