Ini Skill Penting yang Harus Dimiliki untuk Bersaing di Bursa Kerja
Kamis, 24 Maret 2022 - 16:45 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Calon Maba Tertarik Masuk Perguruan Tinggi BUMN? Ini Sederet Pilihannya
Tak hanya aktif mengikuti berbagai kejuaraan di kancah internasional, Gina juga memberanikan diri untuk menulis skripsi dalam Bahasa Inggris dengan topik yang sangat strategis, yakni ‘Implementasi Doktrin Maritim Mavi Vatan dalam Kontestasi Turki dengan Yunani di Laut Mediterania Timur’.
Tak disangka, skripsi yang ditulis Gina menarik perhatian salah satu profesor dari Marmara University, Turki, yakni Prof. Omer Faruk Genckaya. Bahkan, dirinya mendapatkan kesempatan untuk dibimbing dan diberikan akses data, bahkan diuji secara langsung oleh profesor tersebut dalam ujian skripsi.
"Puji syukur saya bisa melaluinya tanpa kesulitan yang berarti. Selain memahami topik dan isu skripsi secara mendalam, saya juga berusaha untuk mengaplikasikan metode komunikasi antar budaya selama ujian skripsi berlangsung. Kalau di ilmu Hubungan Internasional, kemampuan ini merupakan bagian dari keterampilan diplomasi dan negosiasi,” ungkap Gina.
Setidaknya ada 5 hal, menurut Gina, yang ia perhatikan selama menjalin komunikasi efektif dengan Prof Omer. Pertama, harus menerapkan prinsip open-minded. Sebelum bertanya atau menerima respon dari lawan bicara, harus menggunakan point of view mereka. Karenanya, penting untuk mempelajari sejarah, budaya, kebiasaan, dan adat istiadat daerah asal lawan bicara kita.
"Sehingga, ketika kita mendapat jawaban atau respon yang menurut kita tidak sejalan dengan local wisdom yang kita anut, kita dapat menerima dan terbuka dengan kebiasaan yang di luar keyakinan kita tersebut,” tutur Gina.
Tak hanya aktif mengikuti berbagai kejuaraan di kancah internasional, Gina juga memberanikan diri untuk menulis skripsi dalam Bahasa Inggris dengan topik yang sangat strategis, yakni ‘Implementasi Doktrin Maritim Mavi Vatan dalam Kontestasi Turki dengan Yunani di Laut Mediterania Timur’.
Tak disangka, skripsi yang ditulis Gina menarik perhatian salah satu profesor dari Marmara University, Turki, yakni Prof. Omer Faruk Genckaya. Bahkan, dirinya mendapatkan kesempatan untuk dibimbing dan diberikan akses data, bahkan diuji secara langsung oleh profesor tersebut dalam ujian skripsi.
"Puji syukur saya bisa melaluinya tanpa kesulitan yang berarti. Selain memahami topik dan isu skripsi secara mendalam, saya juga berusaha untuk mengaplikasikan metode komunikasi antar budaya selama ujian skripsi berlangsung. Kalau di ilmu Hubungan Internasional, kemampuan ini merupakan bagian dari keterampilan diplomasi dan negosiasi,” ungkap Gina.
Setidaknya ada 5 hal, menurut Gina, yang ia perhatikan selama menjalin komunikasi efektif dengan Prof Omer. Pertama, harus menerapkan prinsip open-minded. Sebelum bertanya atau menerima respon dari lawan bicara, harus menggunakan point of view mereka. Karenanya, penting untuk mempelajari sejarah, budaya, kebiasaan, dan adat istiadat daerah asal lawan bicara kita.
"Sehingga, ketika kita mendapat jawaban atau respon yang menurut kita tidak sejalan dengan local wisdom yang kita anut, kita dapat menerima dan terbuka dengan kebiasaan yang di luar keyakinan kita tersebut,” tutur Gina.
Lihat Juga :