Defisit Air Perlu Dicegah, ITS Rancang Inovasi Sterilisasi Air Hujan
Kamis, 31 Maret 2022 - 15:04 WIB
loading...
A
A
A
Namun hasil analisis Badan Regulator Pelayanan Air Minum (BRPAM) DKI Jakarta pada 2006, menyatakan Jakarta akan terus mengalami defisit air bersih. Di sisi lain, Stasiun Meteorologi Kemayoran menyatakan jumlah curah hujan Jakarta pada 2020 mengalami peningkatan sebanyak 80 % dari tahun sebelumnya.
“Steril dapat menjadi solusi krisis ketersediaan air bersih dan kualitas sanitasi dengan memaksimalkan potensi air hujan,” tambah mahasiswi Departemen Teknik Sipil ITS ini.
Lebih dalam, gadis dengan sapaan akrab Brenda ini menjelaskan, pada sistem Steril tersebut air hujan terlebih dahulu melalui proses pengumpulan di atap peron untuk selanjutnya dialirkan ke bagian filter untuk diberikan treatment kualitas air.
Komponen-komponen filtrasi terdiri dari saringan serat mikro, silver ion, karbon aktif, membran Polyethylene Terephthalate (PET), dan batu kapur. “Delapan unit filtrasi ini yang akan memproses air hujan menjadi air bersih,” ujarnya.
Air hujan yang telah diproses menjadi air bersih akan disalurkan ke tandon bawah dan sumur serapan. Dari tandon di bawah, air kemudian disalurkan ke tandon atas yang bervolume 8 meter kubik menggunakan pompa air selama empat jam. “Tandon atas berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara, sebelum dialirkan ke tandon kecil pada wastafel yang terletak di peron secara gravitasional,” terangnya.
“Steril dapat menjadi solusi krisis ketersediaan air bersih dan kualitas sanitasi dengan memaksimalkan potensi air hujan,” tambah mahasiswi Departemen Teknik Sipil ITS ini.
Lebih dalam, gadis dengan sapaan akrab Brenda ini menjelaskan, pada sistem Steril tersebut air hujan terlebih dahulu melalui proses pengumpulan di atap peron untuk selanjutnya dialirkan ke bagian filter untuk diberikan treatment kualitas air.
Komponen-komponen filtrasi terdiri dari saringan serat mikro, silver ion, karbon aktif, membran Polyethylene Terephthalate (PET), dan batu kapur. “Delapan unit filtrasi ini yang akan memproses air hujan menjadi air bersih,” ujarnya.
Air hujan yang telah diproses menjadi air bersih akan disalurkan ke tandon bawah dan sumur serapan. Dari tandon di bawah, air kemudian disalurkan ke tandon atas yang bervolume 8 meter kubik menggunakan pompa air selama empat jam. “Tandon atas berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara, sebelum dialirkan ke tandon kecil pada wastafel yang terletak di peron secara gravitasional,” terangnya.
Lihat Juga :