Dukung Indonesia Jadi Bahasa Asean, Nadiem Beberkan Keunggulan Dibanding Melayu
Senin, 04 April 2022 - 19:38 WIB
loading...
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ( Mendikbudristek ) Nadiem Anwar Makarim mengklaim, bahasa Indonesia adalah bahasa yang paling unggul bilamana dijadikan bahasa resmi Asean. Hal tersebut ia ungkap dalam menanggapi desas-desus Melayu menjadi bahasa Asean.
Menurut Nadiem, Bahasa Indonesia sejak dulu telah banyak dipelajari di berbagai negara di dunia. Termasuk, di beberapa perguruan tinggi terkemuka yang ada di Asia. Tak heran, Bahasa Indonesia adalah bahasa yang patut diperhitungkan.
Baca juga: Kemendikbudristek Panggil Ratusan Guru se-Indonesia, Ini Materi Krusial yang Dibahas
“Dengan semua keunggulan yang dimiliki bahasa Indonesia dari aspek historis, hukum, dan linguistik, serta bagaimana bahasa Indonesia telah menjadi bahasa yang diakui secara internasional," ujar Nadiem dalam keterangan tertulis, Senin (4/4/2022).
Tak hanya itu, Menurut Nadiem, Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa terbesar di Asia Tenggara dan persebarannya telah mencakup 47 negara di seluruh dunia. Serta, Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) juga telah diselenggarakan oleh 428 lembaga.
Menurut Nadiem, Bahasa Indonesia sejak dulu telah banyak dipelajari di berbagai negara di dunia. Termasuk, di beberapa perguruan tinggi terkemuka yang ada di Asia. Tak heran, Bahasa Indonesia adalah bahasa yang patut diperhitungkan.
Baca juga: Kemendikbudristek Panggil Ratusan Guru se-Indonesia, Ini Materi Krusial yang Dibahas
“Dengan semua keunggulan yang dimiliki bahasa Indonesia dari aspek historis, hukum, dan linguistik, serta bagaimana bahasa Indonesia telah menjadi bahasa yang diakui secara internasional," ujar Nadiem dalam keterangan tertulis, Senin (4/4/2022).
Tak hanya itu, Menurut Nadiem, Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa terbesar di Asia Tenggara dan persebarannya telah mencakup 47 negara di seluruh dunia. Serta, Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) juga telah diselenggarakan oleh 428 lembaga.
Lihat Juga :