Beri Ruang untuk Kreativitas Anak Bangsa
Jum'at, 19 Juni 2020 - 06:45 WIB
loading...
A
A
A
“Ini agak aneh, institusi bisnis yang jelas belum memenuhi kewajibannya malah digandeng instansi negara. Ini kan seolah melegitimasi institusi lain untuk mangkir kewajiban, toh nantinya tetap bisa bergandengan tangan dengan pemerintah,” katanya.
Anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono juga mempertanyakan kebijakan Kemendikbud mengingat status Netflix sendiri di Indonesia belum jelas seperti apa. Sepengetahuannya Netflix belum melakukan kewajiban untuk membayar pajak di Indonesia. Bahkan pajak dari aplikasi itu angkanya mencapai sekitar miliaran rupiah. "Menurut saya sebaiknya status pajaknya diperjelas dahulu, utang-utang ke negara diselesaikan, baru dijajaki kerja bersama," tutur dia.
Dave pun memandang dengan digandengnya Netflix oleh Kemendikbud juga mengancam pekerja seni lokal. Padahal sejatinya mereka juga punya kemampuan yang tak kalah dengan penyedia konten yang ada di Netflix. "Saya yakin pekerja seni dan tenaga peneliti serta pengajar kita mampu membuat konten-konten yang tak kalah hebat dan bahkan lebih sesuai dengan kurikulum Indonesia," tuturnya.
Senada, Sakinah Al-Jufri juga mengingatkan banyak anak bangsa yang lebih kreatif untuk membuat film dokumenter maupun film pendek. Karena itu dia mempertanyakan langkah Kemendikbud merangkul Nelflix. "Ini bisa juga kritiknya dari segi pembiayaan seandainya kerja sama Kemendikbud dengan Netflix berbayar," kata legislator asal daerah pemilihan Sulawesi Tengah yang juga sebagai sekretaris jenderal Pengurus Pusat Wanita Islam Al- Khairaat (WIA) ini. (Baca juga: DPR Tak Akui Keputusan Menag Soal Penundaan Haji)
Seperti diketahui, Mendikbud Nadiem Makarim telah mengumumkan kerja sama dengan penyedia layanan media streaming digital Neltflix (17/6). Menurut dia kerja sama dengan Netflix tersebut tanpa biaya dan tidak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengan mitra-mitra kelas dunia lainnya dalam menghadirkan materi pendidikan terbaik untuk masyarakat Indonesia.
Menurut Nadiem, berkolaborasi dengan Netflix merupakan salah satu jalan untuk memperkenalkan konten-konten dan budaya Indonesia yang dibuat para kreator film Indonesia ke dunia internasional. “Saya punya mandat mengembangkan budaya dan seni Indonesia. Jangan lupa saya bukan menteri pendidikan saja, saya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan," kata Nadiem dalam acara Indonesian Milenial Summit di Gedung Triberata, Jakarta, Jumat (17/1).
Sikap KPI
Anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono juga mempertanyakan kebijakan Kemendikbud mengingat status Netflix sendiri di Indonesia belum jelas seperti apa. Sepengetahuannya Netflix belum melakukan kewajiban untuk membayar pajak di Indonesia. Bahkan pajak dari aplikasi itu angkanya mencapai sekitar miliaran rupiah. "Menurut saya sebaiknya status pajaknya diperjelas dahulu, utang-utang ke negara diselesaikan, baru dijajaki kerja bersama," tutur dia.
Dave pun memandang dengan digandengnya Netflix oleh Kemendikbud juga mengancam pekerja seni lokal. Padahal sejatinya mereka juga punya kemampuan yang tak kalah dengan penyedia konten yang ada di Netflix. "Saya yakin pekerja seni dan tenaga peneliti serta pengajar kita mampu membuat konten-konten yang tak kalah hebat dan bahkan lebih sesuai dengan kurikulum Indonesia," tuturnya.
Senada, Sakinah Al-Jufri juga mengingatkan banyak anak bangsa yang lebih kreatif untuk membuat film dokumenter maupun film pendek. Karena itu dia mempertanyakan langkah Kemendikbud merangkul Nelflix. "Ini bisa juga kritiknya dari segi pembiayaan seandainya kerja sama Kemendikbud dengan Netflix berbayar," kata legislator asal daerah pemilihan Sulawesi Tengah yang juga sebagai sekretaris jenderal Pengurus Pusat Wanita Islam Al- Khairaat (WIA) ini. (Baca juga: DPR Tak Akui Keputusan Menag Soal Penundaan Haji)
Seperti diketahui, Mendikbud Nadiem Makarim telah mengumumkan kerja sama dengan penyedia layanan media streaming digital Neltflix (17/6). Menurut dia kerja sama dengan Netflix tersebut tanpa biaya dan tidak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengan mitra-mitra kelas dunia lainnya dalam menghadirkan materi pendidikan terbaik untuk masyarakat Indonesia.
Menurut Nadiem, berkolaborasi dengan Netflix merupakan salah satu jalan untuk memperkenalkan konten-konten dan budaya Indonesia yang dibuat para kreator film Indonesia ke dunia internasional. “Saya punya mandat mengembangkan budaya dan seni Indonesia. Jangan lupa saya bukan menteri pendidikan saja, saya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan," kata Nadiem dalam acara Indonesian Milenial Summit di Gedung Triberata, Jakarta, Jumat (17/1).
Sikap KPI
Lihat Juga :