Rintis Startup saat Kuliah? Ini Tips yang Perlu Mahasiswa Tahu
Senin, 18 April 2022 - 19:19 WIB
loading...
A
A
A
“Sebelum kita ngomong masalah pasar, penjualan, atau bisnis model, kita harus memetakan dulu solusi apa yang akan kita berikan kepada pengguna (user),” jelas Catur.
Usai menemukan solusi, perintis usaha rintisan (startup) ini perlu melakukan validasi atas produk yang akan dirilis. Sejumlah eksperimen diperlukan sebelum produk benar-benar tervalidasi.
Langkah selanjutnya yang harus dilakukan yakni membuat product market fit dan business model fit. Untuk menjalankan kedua hal ini, para perintis usaha rintisan tidak hanya memerlukan hard skill, tetapi juga soft skill.
Catur mengatakan fase-fase awal usaha rintisan akan mudah jika ada inkubator bisnis. Untuk itu, Catur menyarankan agar mahasiswa yang tertarik membuat usaha rintisan dapat mencari informasi dan masuk inkubasi seperti di UNS Innovation Hub.
Usai menemukan solusi, perintis usaha rintisan (startup) ini perlu melakukan validasi atas produk yang akan dirilis. Sejumlah eksperimen diperlukan sebelum produk benar-benar tervalidasi.
Langkah selanjutnya yang harus dilakukan yakni membuat product market fit dan business model fit. Untuk menjalankan kedua hal ini, para perintis usaha rintisan tidak hanya memerlukan hard skill, tetapi juga soft skill.
Catur mengatakan fase-fase awal usaha rintisan akan mudah jika ada inkubator bisnis. Untuk itu, Catur menyarankan agar mahasiswa yang tertarik membuat usaha rintisan dapat mencari informasi dan masuk inkubasi seperti di UNS Innovation Hub.
(nz)
Lihat Juga :