Perayaan Hari Kartini, Ini 9 Srikandi dari Politeknik Negeri Jakarta
Jum'at, 22 April 2022 - 20:21 WIB
loading...
A
A
A
9. Dr. Isdawimah (Ketua Program Pascasarjana)
Baca juga: Kisah Olivia Nike, Anak Sopir Bus yang Berhasil Lulus Cumlaude
Menariknya, perbincangan yang dimoderatori Hayati Fatimah melibatkan peran ganda dari seorang perempuan yang bisa bekerja dan mengurus keluarga. Sehingga perempuan harus berpikir cerdas dengan integritas yang tinggi, mampu berkolaborasi, kreatif dalam bidang yang ditekuni, dan mampu berpandangan secara luas.
Peran perempuan di Politeknik Negeri Jakarta harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik agar menghasilkan kolaborasi untuk menjalankan visi dan misi bersama demi meningkatkan kualitas dan kualifikasi Politeknik Negeri Jakarta.
Selain itu, stabilitas emosional yang dimiliki perempuan digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil suatu keputusan hingga ada kolaborasi antara peran, perasaan, dan juga pemikiran.
Secara kodrat perempuan adalah seorang ibu yang mampu memanajemen waktu bagi keluarga di tengah peran lain yang dipikulnya, sebab keseimbangan karier dan keluarga adalah fokus yang diemban perempuan. Sejatinya, keberhasilan perempuan dalam memimpin dilakukan dengan terus belajar, berinovasi, mendisiplinkan diri, dan berani mengambil peran.
Salah satu pesan dari pembicara talkshow kali ini yaitu Dra Wiwi Prastiwinarti mengungkapkan, “Saat ini, generasi milenial dari kaum perempuan harus mau mengambil peran terutama generasi milenial yang identik denga digital sehingga mereka bisa memanfaatkan digital sebagai supporting system di PNJ,” pungkasnya.
Baca juga: Kisah Olivia Nike, Anak Sopir Bus yang Berhasil Lulus Cumlaude
Menariknya, perbincangan yang dimoderatori Hayati Fatimah melibatkan peran ganda dari seorang perempuan yang bisa bekerja dan mengurus keluarga. Sehingga perempuan harus berpikir cerdas dengan integritas yang tinggi, mampu berkolaborasi, kreatif dalam bidang yang ditekuni, dan mampu berpandangan secara luas.
Peran perempuan di Politeknik Negeri Jakarta harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik agar menghasilkan kolaborasi untuk menjalankan visi dan misi bersama demi meningkatkan kualitas dan kualifikasi Politeknik Negeri Jakarta.
Selain itu, stabilitas emosional yang dimiliki perempuan digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil suatu keputusan hingga ada kolaborasi antara peran, perasaan, dan juga pemikiran.
Secara kodrat perempuan adalah seorang ibu yang mampu memanajemen waktu bagi keluarga di tengah peran lain yang dipikulnya, sebab keseimbangan karier dan keluarga adalah fokus yang diemban perempuan. Sejatinya, keberhasilan perempuan dalam memimpin dilakukan dengan terus belajar, berinovasi, mendisiplinkan diri, dan berani mengambil peran.
Salah satu pesan dari pembicara talkshow kali ini yaitu Dra Wiwi Prastiwinarti mengungkapkan, “Saat ini, generasi milenial dari kaum perempuan harus mau mengambil peran terutama generasi milenial yang identik denga digital sehingga mereka bisa memanfaatkan digital sebagai supporting system di PNJ,” pungkasnya.
(nz)
Lihat Juga :