Teliti Ubi Jalar, Mahasiswi UEU Raih Medali di Global Competition for Life Science
Senin, 25 April 2022 - 15:42 WIB
loading...
A
A
A
"Sangat bersyukur kita mampu memberikan hasil yang maksimal di ajang tersebut, kalau dari analisis kita sih keunggulan project kita itu karena menerapkan 3 bidang biologi molekuler sekaligus (genomic, transcriptomic, proteomic), dan proses pembuatan project ini selama 3 bulanan," terangnya.
Alfero meneruskan produk dan karya yang dibuatnya bertujuan untuk memprediksi keberadaan suatu gen sekaligus meng"edit" Supaya virus tidak aktif, kalau gen itu ibarat sinyal masuk buat virus, kalau dia tidak aktif si virus tidak bisa menginfeksi, hasilnya ubi jalar jadi tahan virus.
"Gampangnya di situ kita mau memprediksi keberadaan suatu gen sekaligus mengedit supaya dia tidak aktif, kalau gen itu ibarat sinyal masuk buat virus, kalau dia ga aktif si virus ga bisa menginfeksi, hasilnya ubi jalarnya jadi tahan virus," ucapnya.
Dirinya pun mengatakan Kendala dari penyelesaian project ini lebih kepada pengumpulan database genome ubi jalar yang sangat langka di Indonesia, selain itu spesifikasi peralatan seperti laptop yang kurang mendukung karena tingkat analisis yang berat.
"Sulitnya itu pas kumpulin database kandidat gen sama menyiapkan data genome ubi jalar, penelitiannya masih sedikit apalagi di indonesia. Selain itu kita juga harus punya jaringan sama spec laptop yang mempuni karna analisisnya lumayan berat," terangnya.
Kevin bersama teman-teman timnya memilih ubi jalar dijadikan penelitian Sebetulnya karena dari segi nutrisi ubi jalar di Indonesia itu sangat bagus, dan ada tiga mahasiswa Biotek UEU yang meneliti kandungan senyawa di sejumlah daerah di Indonesia.
"Karena dari segi nutrisi ubi jalar di indo itu bagus banget mas, ada 3 mahasiswa biotek yang neliti kandungan senyawa di ubi jalar dari belasan provinsi, ternyata tinggi antioksidan, antibakteri dan zat gizi lain, tapi ternyata data kementan produksinya turun terus dari 2018 terutama di Jawa Barat dan Jawa Tengah, setelah di cek ternyata terserang virus," ucapnya.
Alfero meneruskan produk dan karya yang dibuatnya bertujuan untuk memprediksi keberadaan suatu gen sekaligus meng"edit" Supaya virus tidak aktif, kalau gen itu ibarat sinyal masuk buat virus, kalau dia tidak aktif si virus tidak bisa menginfeksi, hasilnya ubi jalar jadi tahan virus.
"Gampangnya di situ kita mau memprediksi keberadaan suatu gen sekaligus mengedit supaya dia tidak aktif, kalau gen itu ibarat sinyal masuk buat virus, kalau dia ga aktif si virus ga bisa menginfeksi, hasilnya ubi jalarnya jadi tahan virus," ucapnya.
Dirinya pun mengatakan Kendala dari penyelesaian project ini lebih kepada pengumpulan database genome ubi jalar yang sangat langka di Indonesia, selain itu spesifikasi peralatan seperti laptop yang kurang mendukung karena tingkat analisis yang berat.
"Sulitnya itu pas kumpulin database kandidat gen sama menyiapkan data genome ubi jalar, penelitiannya masih sedikit apalagi di indonesia. Selain itu kita juga harus punya jaringan sama spec laptop yang mempuni karna analisisnya lumayan berat," terangnya.
Kevin bersama teman-teman timnya memilih ubi jalar dijadikan penelitian Sebetulnya karena dari segi nutrisi ubi jalar di Indonesia itu sangat bagus, dan ada tiga mahasiswa Biotek UEU yang meneliti kandungan senyawa di sejumlah daerah di Indonesia.
"Karena dari segi nutrisi ubi jalar di indo itu bagus banget mas, ada 3 mahasiswa biotek yang neliti kandungan senyawa di ubi jalar dari belasan provinsi, ternyata tinggi antioksidan, antibakteri dan zat gizi lain, tapi ternyata data kementan produksinya turun terus dari 2018 terutama di Jawa Barat dan Jawa Tengah, setelah di cek ternyata terserang virus," ucapnya.
Lihat Juga :