Pentingnya Edukasi Berkelanjutan tentang Risiko Mikroplastik di Lingkungan Terdekat
Rabu, 27 April 2022 - 19:43 WIB
loading...
A
A
A
Jika kita kembali mengingat sejarah penggunaan plastik, pada awalnya plastik adalah benda asing, baru, dan belum dikenal masyarakat. Dengan edukasi sedemikian rupa, maka pemahaman masyarakat pun terbentuk. Dengan edukasi pula, kesadaran masyarakat terbentuk bahwa sesuatu yang praktis untuk kehidupan manusia, belum tentu berdampak baik di masa depan. Di sisi lain, masih ada yang seharusnya disosialisasikan yaitu tentang ke mana perginya plastik yang kita gunakan sehari-hari?
2. Tidak Membuang Sampah di Sungai
Edukasi ke masyarakat tentang bahaya mikroplastik bisa diupayakan dengan hal yang realistis, misalnya dengan tidak membuang limbah atau sampah ke sungai. Hal ini diperlukan kerjasama semua pihak mulai dari pemerintahan setempat, masyarakat, dan industri. Agar tidak ada lagi pembuangan sampah di sungai, dibutuhkan fasilitas untuk membuang dan memilah sampah di tepi sungai. Pemerintah juga perlu memperkuat regulasi disertai sanksi, demi mencegah kebiasaan pembuangan sampah ke sungai.
3. Memperkuat Regulasi dan Penerapannya di Masyarakat
Ecoton (Ecological Observation and Wetlands Conservation) juga membuat beberapa rekomendasi strategi untuk menangani mikroplastik yang ada di Indonesia. Strategi yang pertama adalah kewajiban daerahdaerah untuk menetapkan aturan mengurangi plastik sekali pakai.
Regulasi juga berlaku untuk setiap rumah tangga yang dilarang untuk membuang sampah atau limbah ke sungai. Agar lebih sistematis, juga perlu disediakan sistem pengolahan sampah terpadu
Berikutnya adalah menetapkan kawasan tangkap ikan yang eksklusif demi meminimalisir kontaminasi mikroplastik kepada ikan. Yang tidak kalah penting adalah pembangunan instalasi pembuangan air limbah Komunal yang lengkap dengan pelindung dari partikel mikroplastik.
Samapi saat ini, apakah kita sudah melakukan upaya untuk mengurangi risiko pencemaran mikroplastik di lingkungan sekitar? Jika dilihat dari level individu, mungkin kita tahu akan seberapa signifikan, tapi kita bisa mencoba menghentikan penumpukan limbah di lingkungan terdekat.
Penulis:
Prodi Teknik Lingkungan Universitas Bakrie
2. Tidak Membuang Sampah di Sungai
Edukasi ke masyarakat tentang bahaya mikroplastik bisa diupayakan dengan hal yang realistis, misalnya dengan tidak membuang limbah atau sampah ke sungai. Hal ini diperlukan kerjasama semua pihak mulai dari pemerintahan setempat, masyarakat, dan industri. Agar tidak ada lagi pembuangan sampah di sungai, dibutuhkan fasilitas untuk membuang dan memilah sampah di tepi sungai. Pemerintah juga perlu memperkuat regulasi disertai sanksi, demi mencegah kebiasaan pembuangan sampah ke sungai.
3. Memperkuat Regulasi dan Penerapannya di Masyarakat
Ecoton (Ecological Observation and Wetlands Conservation) juga membuat beberapa rekomendasi strategi untuk menangani mikroplastik yang ada di Indonesia. Strategi yang pertama adalah kewajiban daerahdaerah untuk menetapkan aturan mengurangi plastik sekali pakai.
Regulasi juga berlaku untuk setiap rumah tangga yang dilarang untuk membuang sampah atau limbah ke sungai. Agar lebih sistematis, juga perlu disediakan sistem pengolahan sampah terpadu
Berikutnya adalah menetapkan kawasan tangkap ikan yang eksklusif demi meminimalisir kontaminasi mikroplastik kepada ikan. Yang tidak kalah penting adalah pembangunan instalasi pembuangan air limbah Komunal yang lengkap dengan pelindung dari partikel mikroplastik.
Samapi saat ini, apakah kita sudah melakukan upaya untuk mengurangi risiko pencemaran mikroplastik di lingkungan sekitar? Jika dilihat dari level individu, mungkin kita tahu akan seberapa signifikan, tapi kita bisa mencoba menghentikan penumpukan limbah di lingkungan terdekat.
Penulis:
Prodi Teknik Lingkungan Universitas Bakrie
(mpw)
Lihat Juga :