Bijak di Ruang Digital, DPR Ajak Masyarakat Tahu Informasi Benar atau Salah
Jum'at, 29 April 2022 - 20:00 WIB
loading...
Anggota DPR dari Fraksi Golkar Dave Laksono. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Anggota DPR dari Fraksi Golkar Dave Laksono mengatakan, salah satu hal yang paling penting dari digitalisasi adalah mengenai informasi. Menurut dia, bagian dari digitalisasi yakni pemanfaatan konten digital yang salah satunya adalah untuk menyiarkan informasi.
"Informasi ini yang sensitif karena ada informasi yang benar dan informasi yang salah. Ada miss informasi, hoaks, bahkan penyebaran berita bohong," katanya dalam keterangan pers, Jumat (29/4/2022).
Baca juga: Kapan Beasiswa LPDP Tahap II Dibuka? Catat Tanggalnya Ya
"Hal itu yang penting harus kita dorong, supaya jangan sampai yang menyebar itu informasi salah, itu yang harus kita jaga. Sehingga masyarakat harus bijak berkomentar di ruang digital," ujarnya.
Dave menegaskan, digitalisasi dan infrastruktur sangat dibutuhkan di tengah new normal saat ini. Menurutnya, masyarakat semua harus siap beradaptasi dengan berbagai hal baru yang terjadi saat ini.
Salah satu contohnya melaksanakan usaha dan pendidikan yang berbeda dengan sebelum pandemi. Seperti work from home (WFH) dan learning from home (LFH). Walaupun awalnya memang ada setengah dipaksa dalam melakukannya.
"Informasi ini yang sensitif karena ada informasi yang benar dan informasi yang salah. Ada miss informasi, hoaks, bahkan penyebaran berita bohong," katanya dalam keterangan pers, Jumat (29/4/2022).
Baca juga: Kapan Beasiswa LPDP Tahap II Dibuka? Catat Tanggalnya Ya
"Hal itu yang penting harus kita dorong, supaya jangan sampai yang menyebar itu informasi salah, itu yang harus kita jaga. Sehingga masyarakat harus bijak berkomentar di ruang digital," ujarnya.
Dave menegaskan, digitalisasi dan infrastruktur sangat dibutuhkan di tengah new normal saat ini. Menurutnya, masyarakat semua harus siap beradaptasi dengan berbagai hal baru yang terjadi saat ini.
Salah satu contohnya melaksanakan usaha dan pendidikan yang berbeda dengan sebelum pandemi. Seperti work from home (WFH) dan learning from home (LFH). Walaupun awalnya memang ada setengah dipaksa dalam melakukannya.
Lihat Juga :