Kisah Ars-Vita, Insinyur Wanita Asal Indonesia yang Kerja di Space X Milik Elon Musk
Minggu, 01 Mei 2022 - 22:48 WIB
loading...
A
A
A
Vita meraih gelar sarjananya dari University of Maryland, College Park, Amerika Serikat pada 2017. Vita sempat belajar mendalami dunia aerospace dan rantai pasokan global. Ia kemudian melanjutkan studi S-2 di MIT.
"Saya ingin menjadi bagian dari inovasi besar mencoba menyelesaikan masalah yang kompleks melihat perkembangan teknologi maju, itulah sebabnya saya ada di sini (Space X)," terangnya.
Meskipun semakin banyak wanita yang bekerja di industri aerospace atau pesawat terbang, namun ia mengakui industri yang ia geluti masih didominasi oleh kaum pria.
"Salah satu tantangan yang mungkin kita hadapi adalah untuk meyakinkan dan membuktikan bahwa kita mampu memberikan hasil. Jadi memiliki kepercayaan diri untuk memastikan pekerjaan kita setara dengan karyawan pria amatlah penting," tuturnya.
Vita menjelaskan pengalamannya menjadi insinyur pesawat terbang yang berhijab. Vita percaya diri dalam mereprentasikan wanita muslim di industri aerospace. Dia tidak takut meskipun penampilannya yang berhijab berbeda dari yang lain.
"Saya tidak takut dengan jujur memperkenalkan diri saya apa adanya memakai hijab. Bagi saya tidak melihat orang seperti itu mudah-mudahan orang lain pun demikian," tegasnya. Ia dengan bangga memperkenalkan hijab di lingkungannya.
Vita memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menjelaskan tentang agama Islam."Hijab sebenarnya adalah penutup kepala yang harus dipakai oleh wanita muslim. Saya sedikit menjelaskan Islam kepada mereka yang belum tahu dan saya sama sekali tidak tersinggung malah jadi kesempatan berbagi kepercayaan saya," jelasnya.
"Saya ingin menjadi bagian dari inovasi besar mencoba menyelesaikan masalah yang kompleks melihat perkembangan teknologi maju, itulah sebabnya saya ada di sini (Space X)," terangnya.
Meskipun semakin banyak wanita yang bekerja di industri aerospace atau pesawat terbang, namun ia mengakui industri yang ia geluti masih didominasi oleh kaum pria.
"Salah satu tantangan yang mungkin kita hadapi adalah untuk meyakinkan dan membuktikan bahwa kita mampu memberikan hasil. Jadi memiliki kepercayaan diri untuk memastikan pekerjaan kita setara dengan karyawan pria amatlah penting," tuturnya.
Vita menjelaskan pengalamannya menjadi insinyur pesawat terbang yang berhijab. Vita percaya diri dalam mereprentasikan wanita muslim di industri aerospace. Dia tidak takut meskipun penampilannya yang berhijab berbeda dari yang lain.
"Saya tidak takut dengan jujur memperkenalkan diri saya apa adanya memakai hijab. Bagi saya tidak melihat orang seperti itu mudah-mudahan orang lain pun demikian," tegasnya. Ia dengan bangga memperkenalkan hijab di lingkungannya.
Vita memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menjelaskan tentang agama Islam."Hijab sebenarnya adalah penutup kepala yang harus dipakai oleh wanita muslim. Saya sedikit menjelaskan Islam kepada mereka yang belum tahu dan saya sama sekali tidak tersinggung malah jadi kesempatan berbagi kepercayaan saya," jelasnya.
Lihat Juga :