Nadiem Luncurkan Program Praktisi Mengajar
Jum'at, 03 Juni 2022 - 12:42 WIB
loading...
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim pada peluncuran Praktisi Mengajar. Foto/Kemendikbudristek.
A
A
A
JAKARTA - Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim meluncurkan Program Praktisi Mengajar sebagai bagian dari Merdeka Belajar Episode Ke-20. Program ini mengundang para ahli di dunia industri untuk membagikan pengetahuannya di perguruan tinggi.
Pada berbagai kesempatan, Presiden Joko Widodo mendukung upaya-upaya transformatif yang dilakukan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
“Saya berikan mahasiswa kesempatan untuk belajar kepada siapa saja, di mana saja. Sesuai dengan yang sering disampaikan oleh Mendikbudristek mengenai Kampus Merdeka dan juga Merdeka Belajar,” pesan Presiden RI dalam video yang ditayangkan pada peluncuran Merdeka Belajar Episode Kedua Puluh: Praktisi Mengajar, di Jakarta, Jumat (3/6/2022).
Sejalan dengan arahan Presiden RI, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyerukan bahwa perguruan tinggi Indonesia harus bertransformasi, harus bergerak lebih cepat agar bisa melompat ke masa depan.
“Sekarang sudah bukan lagi waktunya mengejar ketertinggalan, tetapi Indonesia harus berada di garis depan dan memimpin kemajuan dunia,” kata Mendikbudristek mengawali pemaparannya, melalui siaran pers.
Pada berbagai kesempatan, Presiden Joko Widodo mendukung upaya-upaya transformatif yang dilakukan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
“Saya berikan mahasiswa kesempatan untuk belajar kepada siapa saja, di mana saja. Sesuai dengan yang sering disampaikan oleh Mendikbudristek mengenai Kampus Merdeka dan juga Merdeka Belajar,” pesan Presiden RI dalam video yang ditayangkan pada peluncuran Merdeka Belajar Episode Kedua Puluh: Praktisi Mengajar, di Jakarta, Jumat (3/6/2022).
Sejalan dengan arahan Presiden RI, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyerukan bahwa perguruan tinggi Indonesia harus bertransformasi, harus bergerak lebih cepat agar bisa melompat ke masa depan.
“Sekarang sudah bukan lagi waktunya mengejar ketertinggalan, tetapi Indonesia harus berada di garis depan dan memimpin kemajuan dunia,” kata Mendikbudristek mengawali pemaparannya, melalui siaran pers.
Lihat Juga :