Kuliah Kebangsaan di UI, Gubernur Lemhannas Tekankan Penguatan Ideologi Pancasila
Jum'at, 03 Juni 2022 - 17:10 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Hari Ini Terakhir UTBK 2022, Pengumuman SBMPTN Digelar 23 Juni 2022
Dari segi institusi, diperlukan regulasi, operasional, alokasi sumber daya dan adopsi teknologi. Menurut Andi, “Pancasila adalah ideologi yang mengakomodasi berbagai nilai yang ada di kehidupan manusia. Pancasila mengandung mulai dari nilai demokrasi, keagamaan, kebudayaan, keadilan, kedaulatan, sampai dengan solidaritas.”
Andi menyampaikan pandanganya tersebut di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) pada Kuliah Kebangsaan, yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni.
Kuliah Kebangsaan seri perdana tersebut berjudul “Nasionalisme, Ketahanan Nasional dan Pancasila: Relevansi dan Tantangan Indonesia Kontemporer” dengan narasumber Andi Widjajanto, dan moderator Dr. Sri Budi Eko Wardani, dosen sekaligus Sekretaris Program Studi Pascasarjana Departemen Ilmu Politik FISIP UI.
Dekan FISIP UI Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto, mengatakan bahwa Kuliah Kebangsaan yang akan diselenggarakan secara berkelanjutan pada peringatan hari besar nasional lainnya ini, diyakini dapat meningkatkan semangat kebangsaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
“Mengambil momentum hari kelahiran Pancasila pada 1 Juni, Universitas Indonesia menempatkan diri sebagai salah satu institusi pendidikan yang secara khusus ingin mengkaji bagaimana aktualisasi Pancasila di kehidupan kontemporer. Pemahaman yang kokoh akan Pancasila sebagai ideologi nasional adalah kunci bagi ketahanan nasional dalam menghadapi berbagai tantangan yang hadir dari dalam maupun luar negeri. Pada dasarnya, Pancasila adalah konsesus nasional yang sudah menjadi bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Di masa kini, melihat Pancasila sebagai refleksi dari apa yang dilakukan kita hari ini, mengantar teman beribadah walaupun berbeda keyakinan, praktis semua yang dilakukan itu adalah cerminan dari Pancasila,” ujar Prof. Semiarto.
Dari segi institusi, diperlukan regulasi, operasional, alokasi sumber daya dan adopsi teknologi. Menurut Andi, “Pancasila adalah ideologi yang mengakomodasi berbagai nilai yang ada di kehidupan manusia. Pancasila mengandung mulai dari nilai demokrasi, keagamaan, kebudayaan, keadilan, kedaulatan, sampai dengan solidaritas.”
Andi menyampaikan pandanganya tersebut di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) pada Kuliah Kebangsaan, yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni.
Kuliah Kebangsaan seri perdana tersebut berjudul “Nasionalisme, Ketahanan Nasional dan Pancasila: Relevansi dan Tantangan Indonesia Kontemporer” dengan narasumber Andi Widjajanto, dan moderator Dr. Sri Budi Eko Wardani, dosen sekaligus Sekretaris Program Studi Pascasarjana Departemen Ilmu Politik FISIP UI.
Dekan FISIP UI Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto, mengatakan bahwa Kuliah Kebangsaan yang akan diselenggarakan secara berkelanjutan pada peringatan hari besar nasional lainnya ini, diyakini dapat meningkatkan semangat kebangsaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
“Mengambil momentum hari kelahiran Pancasila pada 1 Juni, Universitas Indonesia menempatkan diri sebagai salah satu institusi pendidikan yang secara khusus ingin mengkaji bagaimana aktualisasi Pancasila di kehidupan kontemporer. Pemahaman yang kokoh akan Pancasila sebagai ideologi nasional adalah kunci bagi ketahanan nasional dalam menghadapi berbagai tantangan yang hadir dari dalam maupun luar negeri. Pada dasarnya, Pancasila adalah konsesus nasional yang sudah menjadi bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Di masa kini, melihat Pancasila sebagai refleksi dari apa yang dilakukan kita hari ini, mengantar teman beribadah walaupun berbeda keyakinan, praktis semua yang dilakukan itu adalah cerminan dari Pancasila,” ujar Prof. Semiarto.
Lihat Juga :