Mahasiswa UI Raih Juara di International Ferry Safety Design Competition
Senin, 13 Juni 2022 - 19:34 WIB
loading...
A
A
A
Tim Nagapasa merancang kapal penumpang yang dapat berlayar selama 20 jam dari Majuli ke Assam, India. Kapal ini memiliki panjang 34 meter dan lebar 10 meter serta dapat menampung 150 penumpang. Kapal feri ini terdiri dari empat ruang utama, yaitu ruang navigasi, ruang untuk penumpang, ruang untuk kendaraan, dan ruang mesin. Desain kapal juga telah sesuai dengan IACS Regulation and Rules Inland Waterway Ship dari DNV-GL.
Baca juga: Alumni ITS Gagas Startup Biogas Atasi Emisi Karbon
Pembimbing Tim Nagapasa UI Achmad Riadi menambahkan, tim Nagapasa menggunakan baja sebagai bahan pembuatan badan kapal dan badan kapal didesain berbentuk slender. Bentuk ini dapat menjaga keseimbangan kapal. Selain itu, kapal ini menggunakan diesel sulfur ultra rendah dengan kandungan sulfur 10 ppm dicampur dengan 10% biodiesel 10% etanol sebagai bahan bakar.
“Dari desain tersebut, kapal feri tim Nagapasa memiliki keunggulan berupa rendahnya suara bising dan getaran dari ruang mesin, ruang mesin yang menjadi lebih kecil, ramah lingkungan, dan biaya perawatan yang rendah,” kata Achmad Riadi yang juga dosen program studi Teknik Perkapalan FTUI ini.
Dekan FTUI, Prof. Dr. Heri Hermansyah mengapresiasi karya dan prestasi mahasiswa FTUI, “Indonesia sebagai negara maritim, perlu memiliki dan mengembangkan teknologi kapal yang mumpuni. Desain kapal feri dari tim Nagapasa mengedepankan faktor keamanan dan biaya yang lebih terjangkau. Semoga desain ini menjadi alternatif solusi untuk kapal yang ramah lingkungan dan aman bagi penumpang dan dapat diterapkan pada industri perkapalan Indonesia,” pungkasnya.
Baca juga: Alumni ITS Gagas Startup Biogas Atasi Emisi Karbon
Pembimbing Tim Nagapasa UI Achmad Riadi menambahkan, tim Nagapasa menggunakan baja sebagai bahan pembuatan badan kapal dan badan kapal didesain berbentuk slender. Bentuk ini dapat menjaga keseimbangan kapal. Selain itu, kapal ini menggunakan diesel sulfur ultra rendah dengan kandungan sulfur 10 ppm dicampur dengan 10% biodiesel 10% etanol sebagai bahan bakar.
“Dari desain tersebut, kapal feri tim Nagapasa memiliki keunggulan berupa rendahnya suara bising dan getaran dari ruang mesin, ruang mesin yang menjadi lebih kecil, ramah lingkungan, dan biaya perawatan yang rendah,” kata Achmad Riadi yang juga dosen program studi Teknik Perkapalan FTUI ini.
Dekan FTUI, Prof. Dr. Heri Hermansyah mengapresiasi karya dan prestasi mahasiswa FTUI, “Indonesia sebagai negara maritim, perlu memiliki dan mengembangkan teknologi kapal yang mumpuni. Desain kapal feri dari tim Nagapasa mengedepankan faktor keamanan dan biaya yang lebih terjangkau. Semoga desain ini menjadi alternatif solusi untuk kapal yang ramah lingkungan dan aman bagi penumpang dan dapat diterapkan pada industri perkapalan Indonesia,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :