Pertama di Indonesia, ITS Buka Prodi Sains Analitik dan Instrumentasi Kimia

Selasa, 21 Juni 2022 - 08:17 WIB
loading...
Pertama di Indonesia,...
ITS buka prodi sains analitik dan instrumentasi kimia pertama di Indonesia. Foto/Humas ITS.
A A A
JAKARTA - Cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di dunia memerlukan kemajuan pembelajaran di berbagai disiplin ilmu, tidak terkecuali ilmu kimia. Merespon hal itu, di bawah naungan Departemen Kimia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali membuka program studi (prodi) baru yang pertama ada di Indonesia yaitu Sains Analitik dan Instrumentasi Kimia untuk tahun ajaran 2022 ini.

Kepala Departemen Kimia ITS Prof Dr rer nat Fredy Kurniawan, mengungkapkan bahwa prodi ini akan menitikberatkan pada ilmu kimia analitik. Fredy menilai bahwa disiplin ilmu kimia analitik semakin berkembang dan bersinggungan dengan bidang lain. “Dalam menganalisis suatu sampel bahan kimia memerlukan skill analisis dengan alat dan teori yang mendalam,” katanya, melalui siaran pers, Selasa (21/6/2022).

Sehingga guru besar Kimia ini memaparkan bahwa untuk menekankan ilmu tersebut, maka dalam hal metode pembelajaran pun akan mengambil porsi 50:50 antara praktik dan teori. Adapun bahan kimia yang akan difokuskan bersifat umum agar para mahasiswa prodi ini dapat memiliki arah kompetensi yang luas.

Baca: 5 Program Studi Ilmu Statistik Terbaik di Indonesia, Nomor Terakhir Diakui Internasional

Lebih dalam lagi, Fredy menyebutkan contoh arahan bahan kimia analisis yang difokuskan dapat berupa banyak hal seperti dalam bidang lingkungan, medis, industri, dan lain-lain. “Maka cocok sekali prodi ini bagi para calon mahasiswa yang ingin berkecimpung dalam dunia penelitian dengan menjadi researcher,” ungkap Fredy.

Terkait sarana dan prasarana untuk prodi ini, menurut Fredy, karena ilmu ini adalah pendalaman rumpun ilmu kimia maka ke depannya akan menggunakan laboratorium dan gedung yang sudah ada di Departemen Kimia. Selain itu, dengan adanya tambahan anggaran besar yang disiapkan untuk prodi khusus ini, diharapkan mampu menunjang pembelajaran para calon mahasiswa yang berminat.

Dari segi tenaga pengajar profesional, Fredy mengatakan bahwa terdapat tujuh dosen yang siap mengawal angkatan pertama prodi ini. Di antaranya adalah dua orang yang sudah mencapai guru besar, tiga orang doktor, dan dua orang bergelar master. Sehingga Fredy menilai ITS, khususnya Departemen Kimia, sudah siap dengan segala usaha yang telah disiapkan sejak setahun prodi ini dicanangkan.

Baca juga: 3.332 Mahasiswa IPB KKN Tematik ke Lapangan, Apa Tugasnya?

Tentunya sebelum mempublikasikannya, Departemen Kimia ITS terbuka terhadap saran dan masukan yang diterima dari berbagai pihak untuk mendukung kesiapan prodi baru ini. Terlebih lagi, karena program studi ini dinilai sangat baru di Indonesia. Salah satu yang memberi masukan yang sangat baik adalah Himpunan Kimiawan Indonesia (HKI) yang di dalamnya terdapat divisi Kimia Analitik dengan harapan dapat memajukan ilmu kimia di Indonesia dengan terbentuknya prodi ini.

Fredy pun menambahkan, para calon mahasiswa yang berminat pada Prodi Sains Analitik dan Instrumentasi Kimia ini dapat mendaftar pada Seleksi Kemitraan dan Mandiri ITS yang akan berakhir pada tanggal 26 Juni 2022. Untuk kuota angkatan pertama prodi baru ini ditargetkan akan menerima 40 mahasiswa baru di tahun ajaran baru 2022 ini.

Terakhir, Fredy berharap dengan adanya Prodi Sains Analitik dan Instrumentasi Kimia ini dapat memotivasi para calon mahasiswa yang berniat melanjutkan keilmuannya di bidang kimia. Selain itu, Fredy berpesan kepada mahasiswa yang diterima ke depannya di prodi baru ini dapat menjadi seorang kimiawan yang handal dan mampu memajukan bidang ilmu kimia di Indonesia.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Buka 5 Prodi Baru, Siapkan Lulusan Siap Kerja
Cek Rasio Keketatan...
Cek Rasio Keketatan 14 Jurusan SV Unpad di SNBT 2026, Ini Daftarnya
Ini Jurusan di Universitas...
Ini Jurusan di Universitas Brawijaya Paling Diminati Jalur SNBT 2026, Ada Prodi Favoritmu?
2.468 Peserta SNBT 2026...
2.468 Peserta SNBT 2026 Diterima di ITS, Cek Jadwal Daftar Ulangnya
10 Jurusan Paling Diminati...
10 Jurusan Paling Diminati di SNBT 2026 Didominasi D3 dan D4, K3 UNS Teratas
Kemendiktisaintek Buka...
Kemendiktisaintek Buka Suara Soal Jurusan Teknik Ganti Nama Jadi Rekayasa
Waspada Hantavirus,...
Waspada Hantavirus, Kenali Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
Value-Driven University:...
Value-Driven University: Ikhtiar Universitas Darunnajah Menjawab Tantangan Link and Match
10 Jurusan dengan Pendaftar...
10 Jurusan dengan Pendaftar Terbanyak SNBP 2026
Rekomendasi
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
Penalti Mbappe Ditolak,...
Penalti Mbappe Ditolak, Wasit Piala Dunia 2026 Dicap Arogan
Berita Terkini
Reuni Harmoni Lintas...
Reuni Harmoni Lintas Generasi
UNJ Berkolaborasi dengan...
UNJ Berkolaborasi dengan DMI Perkuat Gerakan Air Bersih untuk Jakarta
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota...
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota 2026 Segera Dimulai, Simak Tata Tertibnya
Perbedaan SPMB Bersama...
Perbedaan SPMB Bersama dan PMB Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya
SPMB Banten 2026 Jenjang...
SPMB Banten 2026 Jenjang SMK Dibuka Hari Ini, Berikut Cara Daftarnya
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved