2 Kampus Berkolaborasi Hadirkan Ruang Interaktif bagi Anak Berkebutuhan Khusus
Selasa, 21 Juni 2022 - 19:05 WIB
loading...
A
A
A
Vice Rector Research and Technology Transfer BINUS University Prof. Tirta Nugraha yang memberikan sambutan mewakili Rektor BINUS University juga mengapresiasi kolaborasi keunggulan para peneliti dari kedua pihak.
Prof. Tirta juga menyebutkan, kolaborasi dalam hasil inovasi ini akan menjawab kebutuhan masyarakat, dan merupakan langkah awal yang sangat baik dengan menghadirkan ruang interaktif bagi anak-anak penderita down syndrome. Menurutnya, untuk ke depannya program ini akan melibatkan pihak ketiga, seperti sekolah, pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.
Dalam kesempatan terpisah, Dosen dan peneliti Ukrida Science Center Ivan Tanra menuturkan bahwa, “Sasaran program ini adalah para orang tua yang memiliki anak dengan down syndrome untuk dapat melatih dan mengajar anak mereka secara aman di ruang yang memang diciptakan khusus untuk itu,” ucapnya.
Kepala Research Interest Group (RIG), Photonic and Computer Systems BINUS University Dr. Rinda Hedwig, sebagai inisiator riset mengatakan bahwa pembuatan ruang interaktif bagi anak berkebutuhan khusus ini dimulai sebelum pandemi, yaitu awal tahun 2020.
Ia menyebut, “Ada peluang inovasi bagi anak dengan down syndrome untuk dapat menghabiskan waktu bermain dan melatih kemampuannya secara aman, dan diawasi oleh orang tua atau perawat mereka,” terangnya.
Baca juga: Bertekad Harumkan Nama Bangsa, Mobil Formula UGM Siap Berlaga di Belanda
Prof. Tirta juga menyebutkan, kolaborasi dalam hasil inovasi ini akan menjawab kebutuhan masyarakat, dan merupakan langkah awal yang sangat baik dengan menghadirkan ruang interaktif bagi anak-anak penderita down syndrome. Menurutnya, untuk ke depannya program ini akan melibatkan pihak ketiga, seperti sekolah, pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.
Dalam kesempatan terpisah, Dosen dan peneliti Ukrida Science Center Ivan Tanra menuturkan bahwa, “Sasaran program ini adalah para orang tua yang memiliki anak dengan down syndrome untuk dapat melatih dan mengajar anak mereka secara aman di ruang yang memang diciptakan khusus untuk itu,” ucapnya.
Kepala Research Interest Group (RIG), Photonic and Computer Systems BINUS University Dr. Rinda Hedwig, sebagai inisiator riset mengatakan bahwa pembuatan ruang interaktif bagi anak berkebutuhan khusus ini dimulai sebelum pandemi, yaitu awal tahun 2020.
Ia menyebut, “Ada peluang inovasi bagi anak dengan down syndrome untuk dapat menghabiskan waktu bermain dan melatih kemampuannya secara aman, dan diawasi oleh orang tua atau perawat mereka,” terangnya.
Baca juga: Bertekad Harumkan Nama Bangsa, Mobil Formula UGM Siap Berlaga di Belanda
Lihat Juga :