Cerita Inspiratif! Anaknya Penghafal Al-Qur'an, Emaknya Jebolan Harvard University
Selasa, 28 Juni 2022 - 13:41 WIB
loading...
A
A
A
"Hikmah membaca Al-Qur'an banyak banget. Sewaktu di pesantren, terlihat seperti hanya membaca dan menghapal, tetapi di kemudian hari barokahnya akan terus ada. Terima kasih kepada para guru-guru PQBS. Semoga makin banyak santri ke PQBS dan makin sukses," tutur Elhurr yang mengaku berencana berkuliah tafsir di Universitas Al Azhar, Kairo itu.
Menariknya, Elhurr sendiri menjalani masa kanak-kanak dan SD di Amerika Serikat, termasuk saat ibunya yang berkecimpung di bidang bioteknologi kesehatan dan akuakultur, kemudian kuliah dan lulus dari Harvard University di bidang Kebijakan dan Administrasi Publik.
Ibunya adalah wisudawan terbaik untuk kelasnya. Tidak aneh jika Elhurr juga mengikuti jejak ibunya sebagai lulusan terbaik.
Sebagai seorang penghafal Al-Qur'an, Elhurr mengikuti jejak leluhurnya di Solo. Saat SMP, Elhurr bersekolah di SMP Al Islam 1 Surakarta dan menjadi santri di Pondok Jamsaren, salah satu pondok tertua di Pulau Jawa dengan Kiai Idris sebagai tokohnya.
Ketika ibunya mengajak berziarah ke makam kakeknya dan diceritakan bahwa sang kakek adalah penghafal Al-Qur'an, Elhurr lebih percaya diri bahwa jika kakek buyutnya bisa, maka dia pun akan berusaha. Program menghafal Al-Qur'an 30 juz akhirnya dia rampungkan di PQBS selama 10 bulan pada usia 14 tahun, tepat di awal pandemi melanda Indonesia.
"Setoran juga dilakukan lewat Zoom. Semua terjadi hanya karena izin dari Allah," tuturnya rendah hati.
Sejak usia 4 tahun, Elhurr sudah memiliki ketertarikan untuk menghafal Al-Qur'an, sama kuatnya dengan ketertarikannya kepada angka/ matematika. Bahkan, ketika menjadi perwakilan wisudawan untuk memberikan sambutan, Elhurr menyampaikan bahwa dia tidak pandai berpidato, lebih suka berjam-jam menyelesaikan persamaan matematika atau menghafal Al-Qur'an yang menurutnya sama-sama berpola.
Menariknya, Elhurr sendiri menjalani masa kanak-kanak dan SD di Amerika Serikat, termasuk saat ibunya yang berkecimpung di bidang bioteknologi kesehatan dan akuakultur, kemudian kuliah dan lulus dari Harvard University di bidang Kebijakan dan Administrasi Publik.
Ibunya adalah wisudawan terbaik untuk kelasnya. Tidak aneh jika Elhurr juga mengikuti jejak ibunya sebagai lulusan terbaik.
Sebagai seorang penghafal Al-Qur'an, Elhurr mengikuti jejak leluhurnya di Solo. Saat SMP, Elhurr bersekolah di SMP Al Islam 1 Surakarta dan menjadi santri di Pondok Jamsaren, salah satu pondok tertua di Pulau Jawa dengan Kiai Idris sebagai tokohnya.
Ketika ibunya mengajak berziarah ke makam kakeknya dan diceritakan bahwa sang kakek adalah penghafal Al-Qur'an, Elhurr lebih percaya diri bahwa jika kakek buyutnya bisa, maka dia pun akan berusaha. Program menghafal Al-Qur'an 30 juz akhirnya dia rampungkan di PQBS selama 10 bulan pada usia 14 tahun, tepat di awal pandemi melanda Indonesia.
"Setoran juga dilakukan lewat Zoom. Semua terjadi hanya karena izin dari Allah," tuturnya rendah hati.
Sejak usia 4 tahun, Elhurr sudah memiliki ketertarikan untuk menghafal Al-Qur'an, sama kuatnya dengan ketertarikannya kepada angka/ matematika. Bahkan, ketika menjadi perwakilan wisudawan untuk memberikan sambutan, Elhurr menyampaikan bahwa dia tidak pandai berpidato, lebih suka berjam-jam menyelesaikan persamaan matematika atau menghafal Al-Qur'an yang menurutnya sama-sama berpola.
Lihat Juga :