Ciptakan Skincare Berbasis Hormon, 3 Mahasiswa ITB Juara Internasional

Minggu, 03 Juli 2022 - 11:49 WIB
loading...
Ciptakan Skincare Berbasis Hormon, 3 Mahasiswa ITB Juara Internasional
Tiga mahasiswa ITB menjadi pemenang kompetisi internasional berkat temuan skincare berbasis hormon. Foto/Dok/Ist
A A A
BANDUNG - Tiga mahasiswa Institut Teknologi Bandung ( ITB ) berhasil mengalahkan puluhan ribu tim dari berbagai belahan universitas di dunia berkat inovasi mereka membuat hyper-personalized skincare berbasis hormon yang disebut HyperSync.

Ketiganya adalah Angela Thrisananda Kusuma, Salma Yasifa, dan Yumna Dzakiyyah. Mereka berhasil menorehkan prestasi mengagumkan di kancah internasional , mewakili ITB dan Indonesia di ajang Brandstorm International Final.

Baca juga: ITB Dorong Penerapan Konsep Smarter The World Living Lab

Mereka berhasil menjadi satu dari tiga tim pemenang yang mengalahkan 83.000 tim lainnya.

Dalam siaran pers tim Marketing dan Communications SBM ITB, ketiganya membawa nama Mon Soleil ini, berhasil menjuarai L'Oréal Brandstorm 2022 di kategori Tech Track dengan inovasi hyper-personalized skincare berbasis hormon yang disebut 'HyperSync'.

Setelah kemenangan ini, perjalanan Mon Soleil dengan HyperSync akan berlanjut di Paris. Mereka berkesempatan memulai intrapreneurship di bawah naungan kampus startup terbesar dunia. Di sana, mereka akan bertemu banyak expert dan mendapat banyak ilmu untuk mematangkan HyperSync.

Baca juga: Wisudawan Terbaik UMM Ini Lolos Program IISMA ke Turki

Kendati begitu, untuk mendapatkan temuan ini tidaklah mudah. Penciptaan inovasi ini bermula dari podcast yang didengar Yumna di perjalanan.

“Aku kadang kalau di jalan suka denger podcast, lalu ada satu podcast yang menceritakan keluhan dia tentang masalah kulitnya karena hormon, dimana dia bilang harus tes hormon berkali-kali yang mahal," kata Yumna.

Mereka menilai, hormon itu sangat berpengaruh ke kulit. Mereka pun mencari bahan dari jurnal kalau ada hubungan antara kesehatan kulit dengan hormon. Dari sana mereka mengontak expert untuk validasi.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1286 seconds (10.177#12.26)