Kisah Anak Tukang Becak Peraih Beasiswa LPDP 2 kali, Raeni Peraih Wisudawan Terbaik

Senin, 04 Juli 2022 - 17:45 WIB
loading...
Kisah Anak Tukang Becak Peraih Beasiswa LPDP 2 kali, Raeni Peraih Wisudawan Terbaik
Peraih beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) memiliki banyak kisah yang cukup menarik perhatian. Foto DOK SINDOnews
A A A
JAKARTA - Peraih beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) memiliki banyak kisah yang cukup menarik perhatian. Misalnya saja kisah anak tukang becak peraih beasiswa LPDP sebanyak dua kali.

Adalah Raeni. Perempuan yang lahir pada tanggal 13 januari 1993 ini memang terkenal rajin dan cerdas. Menurutnya pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Untuk itu dia selalu ingin menempuh pendidikan yang lebih tinggi hingga akhirnya Raeni memutuskan untuk mendaftar beasiswa LPDP sebanyak dua kali.

Baca juga : 5 Tips Lolos Beasiswa LPDP

Dilansir dari berbagai sumber, beasiswa LPDP yang pertama didapat ketika Raeni baru saja lulus dari Universitas Negeri Semarang dengan menyandang gelar wisudawan terbaik. Bermodalkan IPK 3.96 dia langsung mendapat tawaran dari berbagai lembaga beasiswa untuk meneruskan pendidikan S2.

Meskipun mendapat banyak tawaran dia lebih tertarik untuk mendapatkan beasiswa LPDP. Pada akhirnya perempuan asal Kendal ini mendapat beasiswa untuk melanjutkan S2 di University of Birmingham, Inggris.

Raeni resmi lulus dari Universitas of Birmingham pada Desember 2016 lalu. Setelah lulus dia menjadi dosen Pendidikan Ekonomi konsentrasi Pendidikan Akuntansi di Universitas Negeri Semarang.

Baca juga : Kesempatan Emas, Pendaftaran Beasiswa LPDP Diperpanjang

Selain menjadi dosen dia juga sering mengisi seminar dengan topik yang sering dibahas adalah pentingnya pendidikan di era kemajuan teknologi, mengenai beasiswa dan masih banyak lagi.

Raeni berhasil kembali diterima di University of Birmingham dalam studi S3, mulai 1 Oktober 2018 melalui beasiswa LPDP. Pemilihan kampus yang sama ini merupakan hasil konsultasi dan diskusi yang dia lakukan. Sebenarnya Raeni sempat dinominasikan dalam shortlist beasiswa dari kampus. Sayangnya beasiswa itu tidak menutup semua biaya yang harus dibayarkan.

Prestasinya ini memang membanggakan, terutama bagi orang tuanya yang telah diberangkatkan umrah olehnya. Menurutnya keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan dan cita cita yang tinggi.
(bim)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1493 seconds (10.55#12.26)