Gali Potensi Siswa di Era Digital dengan Maksimalkan Peran Media Sosial
Senin, 04 Juli 2022 - 23:21 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian, berdasarkan Indeks Literasi Digital Indonesia 2021, tertulis bahwa Indonesia masih berada dalam kategori 'sedang' dengan angka 3,49 (dari skala 1-5). Lalu dalam penelitian ini tercermin bahwa perilaku penggunaan internet banyak dilakukan untuk berkomunikasi melalui pesan singkat, menggunakan media sosial, serta mencari informasi.
Tetapi, media sosial itu juga dianggap yang paling sering ditemui menyajikan berita bohong atau hoaks. Oleh karena itu, Kemenkominfo mengadakan kegiatan ini agar masyarakat terutama para murid lebih cakap dalam mencari dan memanfaatkan literasi digital dengan dasar empat pilar, yaitu kecakapan digital, etika digital, keamanan digital, dan budaya digital.
“Peningkatan penggunaan teknologi perlu diimbangi dengan kapasitas literasi digital yang mumpuni agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital dengan produktif, bijak dan tepat guna,” ujar Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pengerapan dalam keterangan pers, Senin (4/7/2022).
Hal ini semakin menegaskan dalam era percepatan transformasi digital masyarakat perlu semakin cakap dalam menggunakan teknologi digital. Para murid menggali dan mengembangkan potensi diri lewat media sosial.
Pada kesempatan ini, Devi Purnamasari, Social Media Specialist turut membagikan beberapa hal penting bagi para siswa dalam bermedia sosial. Mulai dari kebebasan yang bertanggung jawab. Lalu, etika bermedia sosial hingga tips bagi para murid agar terhindar dari hoaks yang cukup banyak di dalam media sosial.
Tentu, semua itu agar para siswa mau mengembangkan diri mereka dan menangkap peluang dalam percepatan transformasi digital ini.
Begitu pula dengan Rizki Mulyantara, Direktur Utama PT Solusi Tiket Digital yang mengangkat media sosial sebagai sarana peningkatan pengetahuan. Dalam sesi ini, dibagikan kepada para siswa bagaimana cara agar mereka dapat memaksimalkan konten di media sosial yang mereka miliki.
Tetapi, media sosial itu juga dianggap yang paling sering ditemui menyajikan berita bohong atau hoaks. Oleh karena itu, Kemenkominfo mengadakan kegiatan ini agar masyarakat terutama para murid lebih cakap dalam mencari dan memanfaatkan literasi digital dengan dasar empat pilar, yaitu kecakapan digital, etika digital, keamanan digital, dan budaya digital.
“Peningkatan penggunaan teknologi perlu diimbangi dengan kapasitas literasi digital yang mumpuni agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital dengan produktif, bijak dan tepat guna,” ujar Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pengerapan dalam keterangan pers, Senin (4/7/2022).
Hal ini semakin menegaskan dalam era percepatan transformasi digital masyarakat perlu semakin cakap dalam menggunakan teknologi digital. Para murid menggali dan mengembangkan potensi diri lewat media sosial.
Pada kesempatan ini, Devi Purnamasari, Social Media Specialist turut membagikan beberapa hal penting bagi para siswa dalam bermedia sosial. Mulai dari kebebasan yang bertanggung jawab. Lalu, etika bermedia sosial hingga tips bagi para murid agar terhindar dari hoaks yang cukup banyak di dalam media sosial.
Tentu, semua itu agar para siswa mau mengembangkan diri mereka dan menangkap peluang dalam percepatan transformasi digital ini.
Begitu pula dengan Rizki Mulyantara, Direktur Utama PT Solusi Tiket Digital yang mengangkat media sosial sebagai sarana peningkatan pengetahuan. Dalam sesi ini, dibagikan kepada para siswa bagaimana cara agar mereka dapat memaksimalkan konten di media sosial yang mereka miliki.
Lihat Juga :