Kisah Shafna Puspita, Berhasil Lolos SNMPTN UGM karena Jeli Pilih Jurusan
Jum'at, 08 Juli 2022 - 18:35 WIB
loading...
A
A
A
Ia sempatkan itu karena di masa pandemi Covid-19 anak-anak sekolah banyak belajar di rumah dengan aneka tugas dari sekolah. Dirinya pun cukup maklum jika banyak orang tua tidak paham kurikulum belajar yang dibebankan saat pandemi.
“Di rumah ini kalau sore ada saja yang datang untuk belajar dan minta diajari untuk selesaikan PR," ungkapnya.
Di akhir pendidikan di SMA, prestasi akademik Shafna memang cukup meyakinkan. Tercatat ia mendapatkan nilai matematika 94, Biologi 94, Fisika 97, Kimia 91 dan Bahasa Inggris 90.
Sebagai pribadi yang tak bisa diam meski di masa pandemi, Shafna tetap mengikuti aneka kompetisi. Terakhir ia mengikuti lomba Putri Hijab Jawa Tengah dan lolos masuk 15 top menuju grand final. Sebelumnya ia pernah meraih prestasi juara 2 Lomba Duta Genre Kabupaten Temanggung tahun 2020.
“Untuk hijabnya grand final pada bulan Juli ini di Semarang. Jadi, ini lagi nunggu-nunggu jadwalnya," ungkapnya.
Hingga saat ini, Shafna masih kurang percaya dirinya masih siswi SMA atau sudah menjadi mahasiswa. Mengalami pendidikan tatap muka di SMA hanya 8 bulan dirasanya sangat kurang.
“Semoga di perkenalan kampus besuk bisa terobati, karena sebagian besar mahasiswa baru saya kira hampir sama yang dialami,"imbuhnya.
Siti Makrifah merasa bersyukur atas kelancaran belajar Shafna. Iap un bersyukur karena selepas lulus dari SMA Negeri 1 Temanggung diterima kuliah di UGM dengan mendapat beasiswa.
“Jujur saya ini tidak paham soal pendidikan karena yang ini seringnya Shafna ngomong sama kakaknya, Faria Ufa yang baru saja lulus dari UNY," katanya.
Meski terkadang tidak paham, sebagai orang tua ia mengaku selalu mendengar cerita dari anak-anaknya. Tak banyak yang bisa ia lakukan paling hanya selalu mengingatkan soal kejujuran sebagai yang utama.
Siti pun bercerita sempat terpuruk selama setahun setelah suaminya Tri Utoro meninggal dunia. Ia merasa tidak siap ditinggal suaminya selama-lamanya secara mendadak.
“Saya sempat stres tidak bisa ngapa-ngapa cukup lama. Tapi suatu hari saya melihat ketiga anak saya di teras, ada rasa haru dan dari situ saya bangkit untuk bekerja sebisanya meski serabutan untuk anak-anak," ucapnya.
“Di rumah ini kalau sore ada saja yang datang untuk belajar dan minta diajari untuk selesaikan PR," ungkapnya.
Di akhir pendidikan di SMA, prestasi akademik Shafna memang cukup meyakinkan. Tercatat ia mendapatkan nilai matematika 94, Biologi 94, Fisika 97, Kimia 91 dan Bahasa Inggris 90.
Sebagai pribadi yang tak bisa diam meski di masa pandemi, Shafna tetap mengikuti aneka kompetisi. Terakhir ia mengikuti lomba Putri Hijab Jawa Tengah dan lolos masuk 15 top menuju grand final. Sebelumnya ia pernah meraih prestasi juara 2 Lomba Duta Genre Kabupaten Temanggung tahun 2020.
“Untuk hijabnya grand final pada bulan Juli ini di Semarang. Jadi, ini lagi nunggu-nunggu jadwalnya," ungkapnya.
Hingga saat ini, Shafna masih kurang percaya dirinya masih siswi SMA atau sudah menjadi mahasiswa. Mengalami pendidikan tatap muka di SMA hanya 8 bulan dirasanya sangat kurang.
“Semoga di perkenalan kampus besuk bisa terobati, karena sebagian besar mahasiswa baru saya kira hampir sama yang dialami,"imbuhnya.
Siti Makrifah merasa bersyukur atas kelancaran belajar Shafna. Iap un bersyukur karena selepas lulus dari SMA Negeri 1 Temanggung diterima kuliah di UGM dengan mendapat beasiswa.
“Jujur saya ini tidak paham soal pendidikan karena yang ini seringnya Shafna ngomong sama kakaknya, Faria Ufa yang baru saja lulus dari UNY," katanya.
Meski terkadang tidak paham, sebagai orang tua ia mengaku selalu mendengar cerita dari anak-anaknya. Tak banyak yang bisa ia lakukan paling hanya selalu mengingatkan soal kejujuran sebagai yang utama.
Siti pun bercerita sempat terpuruk selama setahun setelah suaminya Tri Utoro meninggal dunia. Ia merasa tidak siap ditinggal suaminya selama-lamanya secara mendadak.
“Saya sempat stres tidak bisa ngapa-ngapa cukup lama. Tapi suatu hari saya melihat ketiga anak saya di teras, ada rasa haru dan dari situ saya bangkit untuk bekerja sebisanya meski serabutan untuk anak-anak," ucapnya.
(mpw)
Lihat Juga :