Institut LSPR Resmikan Pusat Kajian Literasi Kesehatan dan Gender
Minggu, 17 Juli 2022 - 15:37 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Parama Pradana, Peraih Beasiswa S2 LPDP di Harvard yang Sempat Diterima di 11 Universitas Dunia
“Selamat atas peresmian Pusat Kajian Literasi Kesehatan dn Gender LSPR. Riset bidang tembakau ini, karena sesuai dengan alur riset Kesehata Nasional untuk kepentingan pembangunan nasional,” kata Agus dalam keterangan pers, Minggu (17/7/2022).
Pada kesempatan tersebut juga ada pemaparan hasil penelitian tentang ‘Pengetahuan dan Dukungan Sivitas Akademisi Atas Upaya Pengendalian Tembakau di Indonesi’.
Ketua tim peneliti sekaligus Ketua Pusat Kajian Literasi Kesehatan dan Gender LSPR Institut, Dr. Lestari Nurhajati menyatakan bahwa hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi acuan keilmuan bagi berbagai pihak, termasuk para pengambil kebijakan di pemerintah.
Hal ini senada dengan pernyataan pembicara lainnya yakni Prof. Eni Maryani, Ketua Asosiasi Akademisi Komunikasi Indonesia (AAKIPT).
“Pada dasarnya peran serta akademisi dalam isu pengendalian tembakau ini sangat penting, tidak hanya untuk menjaga Kesehatan masyarakat tapi juga untuk memberikan masukan pada para pemangku kepentingan yang terlibat,” ujar Eni.
“Selamat atas peresmian Pusat Kajian Literasi Kesehatan dn Gender LSPR. Riset bidang tembakau ini, karena sesuai dengan alur riset Kesehata Nasional untuk kepentingan pembangunan nasional,” kata Agus dalam keterangan pers, Minggu (17/7/2022).
Pada kesempatan tersebut juga ada pemaparan hasil penelitian tentang ‘Pengetahuan dan Dukungan Sivitas Akademisi Atas Upaya Pengendalian Tembakau di Indonesi’.
Ketua tim peneliti sekaligus Ketua Pusat Kajian Literasi Kesehatan dan Gender LSPR Institut, Dr. Lestari Nurhajati menyatakan bahwa hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi acuan keilmuan bagi berbagai pihak, termasuk para pengambil kebijakan di pemerintah.
Hal ini senada dengan pernyataan pembicara lainnya yakni Prof. Eni Maryani, Ketua Asosiasi Akademisi Komunikasi Indonesia (AAKIPT).
“Pada dasarnya peran serta akademisi dalam isu pengendalian tembakau ini sangat penting, tidak hanya untuk menjaga Kesehatan masyarakat tapi juga untuk memberikan masukan pada para pemangku kepentingan yang terlibat,” ujar Eni.
Lihat Juga :