24 Peserta Disabilitas Ikut Tes Masuk Unesa, Dari Aceh Rela Naik Bus Berhari-hari
Jum'at, 22 Juli 2022 - 15:09 WIB
loading...
A
A
A
“Tentu teman-teman disabilitas ini kita minta ada pendampingnya masing-masing. Selain untuk memastikan keselamatan peserta juga sebagai penyemangat peserta di lokasi seleksi,” paparnya.
Jalur khusus ini, kata Awang, merupakan komitmen Unesa dalam memberikan akses pendidikan tinggi kepada semua anak bangsa. Unesa, lanjutnya sebagai rumah bersama untuk belajar dan mengembangkan diri yang nantinya mereka diharapkan bisa memberikan sumbangsih positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Puji Lestari, salah satu pendamping peserta disabilitas menyampaikan apresiasinya untuk Unesa yang memberikan jalur khusus bagi disabilitas pada masing-masing jalur penerimaan mahasiswa baru setiap tahunnya. Terlebih di kampus satu langkah di depan itu memberikan pelayanan yang khusus.
Menurutnya, tidak semua kampus ada jalur khusus dan benar-benar khusus seperti sistem penerimaan mahasiswa baru di Unesa. Ada relawan khusus yang mengantarkan peserta sampai ke ruangan seleksi.
Hal yang serupa diungkapkan Ida, orang tua M. Dafino, peserta penyandang autis. “Kita semua adalah sama. Sama-sama sempurna di hadapan Tuhan. Setiap orang juga punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Saya percaya, anak-anak yang lahir dengan keterbatasan di bidang satu pasti memiliki kelebihan di bidang lainnya. Ini yang perlu dikembangkan lebih jauh, salah satunya lewat kuliah di sini (Unesa, red). Semoga anak saya bisa lolos dan kuliah di sini,” ucapnya.
Baca juga: Unika Atma Jaya Sediakan Beasiswa untuk Siswa Timor Leste
Jalur khusus ini, kata Awang, merupakan komitmen Unesa dalam memberikan akses pendidikan tinggi kepada semua anak bangsa. Unesa, lanjutnya sebagai rumah bersama untuk belajar dan mengembangkan diri yang nantinya mereka diharapkan bisa memberikan sumbangsih positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Puji Lestari, salah satu pendamping peserta disabilitas menyampaikan apresiasinya untuk Unesa yang memberikan jalur khusus bagi disabilitas pada masing-masing jalur penerimaan mahasiswa baru setiap tahunnya. Terlebih di kampus satu langkah di depan itu memberikan pelayanan yang khusus.
Menurutnya, tidak semua kampus ada jalur khusus dan benar-benar khusus seperti sistem penerimaan mahasiswa baru di Unesa. Ada relawan khusus yang mengantarkan peserta sampai ke ruangan seleksi.
Hal yang serupa diungkapkan Ida, orang tua M. Dafino, peserta penyandang autis. “Kita semua adalah sama. Sama-sama sempurna di hadapan Tuhan. Setiap orang juga punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Saya percaya, anak-anak yang lahir dengan keterbatasan di bidang satu pasti memiliki kelebihan di bidang lainnya. Ini yang perlu dikembangkan lebih jauh, salah satunya lewat kuliah di sini (Unesa, red). Semoga anak saya bisa lolos dan kuliah di sini,” ucapnya.
Baca juga: Unika Atma Jaya Sediakan Beasiswa untuk Siswa Timor Leste
Lihat Juga :