Dosen ITS Ini Hobi Bersekolah hingga Raih Banyak Gelar
Kamis, 28 Juli 2022 - 08:41 WIB
loading...
A
A
A
“Pasalnya peluang beasiswa lebih besar dan mudah, didukung dengan banyaknya hubungan kerjasama. Akhirnya saya meninggalkan pekerjaan di pabrik dan memilih jadi dosen,” terang istri dari Prof Kusno Budhikarjono yang merupakan purna dosen Departemen Teknik Kimia ITS ini.
Pucuk dicinta ulam pun tiba, perburuan beasiswa yang diharapkan Dana pun berbuah manis. Pada tahun 1995, ia berhasil mendapatkan beasiswa program under special regulation. Dana menjelaskan, program tersebut memiliki dua tipe, yakni ada program S2 saja dan program S3 yang bisa diambil tanpa melalui pendidikan S2 terlebih dahulu.
“Karena saya suka sesuatu yang susah dan menantang, tentu saya memilih program S3 yang bertempat di University of Birmingham Inggris,” ujarnya sambil tertawa ringan.
Ternyata, menyukai sesuatu yang susah dan menantang memang sudah terpatri dalam hidup Dana sedari kecil. Dahulu, Dana selalu menjadi siswi berprestasi di sekolahnya yang tergolong favorit di kota tempat tinggalnya.
Dana mengaku, ia selalu mempelajari materi yang akan diajarkan sebelum kelas dimulai. Ia pun kerap mengerjakan latihan soal lebih dari yang diberikan oleh gurunya di sekolah. “Selain untuk menambah keterampilan, hal ini juga yang membuat saya terbiasa dengan soal-soal yang diujikan,” terang perempuan kelahiran 29 Juli ini.
Tentunya, Dana menjalani kebiasaannya tersebut dengan penuh semangat dan rasa ingin tahu yang besar. Ibu tiga anak ini meyakini bahwa jika seseorang ingin sukses atau mendapatkan hasil yang memuaskan, maka harus melakukan usaha dan kerja keras yang maksimal.
Setahun berlalu, pasca menyandang gelar PhD pada tahun 1999, ia sempat mencicipi D1 Ilmu Komputer PIKTI ITS. Berlanjut pada tahun 2003, Dana melanjutkan studi S2 Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Katolik Widya Mandala (UKWM). Pada tahun yang sama, Dana dilantik menjadi Kepala Prodi (Kaprodi) D3 Teknik Kimia ITS.
Pada masanya sebagai Kaprodi, Dana melihat beberapa mahasiswanya mengalami kesusahan dalam bahasa Inggris. Apalagi saat itu ITS mulai memberlakukan nilai Test of English as a Foreign Language (TOEFL) sebagai salah satu syarat kelulusan mahasiswa.
Baca juga: Politeknik Pelayaran Banten Lantik 241 Lulusan Diklat Pelaut Tingkat III dan IV
Pucuk dicinta ulam pun tiba, perburuan beasiswa yang diharapkan Dana pun berbuah manis. Pada tahun 1995, ia berhasil mendapatkan beasiswa program under special regulation. Dana menjelaskan, program tersebut memiliki dua tipe, yakni ada program S2 saja dan program S3 yang bisa diambil tanpa melalui pendidikan S2 terlebih dahulu.
“Karena saya suka sesuatu yang susah dan menantang, tentu saya memilih program S3 yang bertempat di University of Birmingham Inggris,” ujarnya sambil tertawa ringan.
Ternyata, menyukai sesuatu yang susah dan menantang memang sudah terpatri dalam hidup Dana sedari kecil. Dahulu, Dana selalu menjadi siswi berprestasi di sekolahnya yang tergolong favorit di kota tempat tinggalnya.
Dana mengaku, ia selalu mempelajari materi yang akan diajarkan sebelum kelas dimulai. Ia pun kerap mengerjakan latihan soal lebih dari yang diberikan oleh gurunya di sekolah. “Selain untuk menambah keterampilan, hal ini juga yang membuat saya terbiasa dengan soal-soal yang diujikan,” terang perempuan kelahiran 29 Juli ini.
Tentunya, Dana menjalani kebiasaannya tersebut dengan penuh semangat dan rasa ingin tahu yang besar. Ibu tiga anak ini meyakini bahwa jika seseorang ingin sukses atau mendapatkan hasil yang memuaskan, maka harus melakukan usaha dan kerja keras yang maksimal.
Setahun berlalu, pasca menyandang gelar PhD pada tahun 1999, ia sempat mencicipi D1 Ilmu Komputer PIKTI ITS. Berlanjut pada tahun 2003, Dana melanjutkan studi S2 Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Katolik Widya Mandala (UKWM). Pada tahun yang sama, Dana dilantik menjadi Kepala Prodi (Kaprodi) D3 Teknik Kimia ITS.
Pada masanya sebagai Kaprodi, Dana melihat beberapa mahasiswanya mengalami kesusahan dalam bahasa Inggris. Apalagi saat itu ITS mulai memberlakukan nilai Test of English as a Foreign Language (TOEFL) sebagai salah satu syarat kelulusan mahasiswa.
Baca juga: Politeknik Pelayaran Banten Lantik 241 Lulusan Diklat Pelaut Tingkat III dan IV
Lihat Juga :