Perkuat Semangat Perdamaian Generasi Muda, Ukrida Gelar Resensi Film Internasional
Sabtu, 30 Juli 2022 - 14:49 WIB
loading...
A
A
A
“A session with the Expert on War, Peace, and Cinema yang merupakan program Master Class ini tidak dapat terlaksana tanpa kerjasama dan sambutan positif dari universitas mitra Ukrida dan Fellini Foundation. Dibutuhkan waktu tiga bulan untuk diskusi awal dan persiapan untuk merealisasikan acara, dan diharapkan yang akan datang dapat menyelenggarakan program yang sama dengan topik Journalism, Photography, and Cinema,” katanya, melalui siaran pers, Sabtu (30/7/2022).
Sharing Session dimoderatori oleh Emanuella Christine Natalia yang memperkenalkan narasumber utama, Federico. Frederico mengaku pada awalnya mulai tertarik dengan dunia perfilman saat bertahun-tahun lalu. Ketika itu ia mendapat tugas untuk meliput berbagai festival film internasional, seperti Cannes,Venice, Rome dan banyak lagi.
Saat melihat langsung acara-acara festival tersebut, Federico dapat melihat sisi sosial-politik yang menarik perhatian dan topik mengenai peperangan di dunia perfilman yang semakin bertambah tiap tahun.
“Film tema peperangan dan perdamaian ini semakin muncul dan terlihat baik dalam genre dokumenter atau dalam genre lainnya. Para sineas pembuat film juga semakin memberikan banyak ruang pada tema mengenai peperangan ini,” kata Federico yang sudah pernah mengadakan berbagai exhibition di seluruh dunia termasuk di Jakarta bertema “Screenplay about Federico Felline”.
Federico menjelaskan bagaimana film-film mengekspos kerusakan yang ditimbulkan dari perang di masa lampau dan perannya dalam mengampanyekan perdamaian dunia.
Film pertama yang dibahas merupakan film Charlie Chaplin yang berjudul The Great Dictator. Film ini memiliki pesan yang sangat kuat mengenai tema perang dan damai. Lalu ada pula Full Metal Jacket dan Life Is Beautiful/ La vita è bella.
Ketua Program Studi Sastra Inggris Ukrida, Siegfrieda Alberti Shinta Mursita Putri menambahkan, secara umum ada pesan moral yang ingin disampaikan. Bahwa melalui karya sastra ataupun perfilman akan muncul berbagai inspirasi yang terus mengupayakan perdamaian dunia.
Sharing Session dimoderatori oleh Emanuella Christine Natalia yang memperkenalkan narasumber utama, Federico. Frederico mengaku pada awalnya mulai tertarik dengan dunia perfilman saat bertahun-tahun lalu. Ketika itu ia mendapat tugas untuk meliput berbagai festival film internasional, seperti Cannes,Venice, Rome dan banyak lagi.
Saat melihat langsung acara-acara festival tersebut, Federico dapat melihat sisi sosial-politik yang menarik perhatian dan topik mengenai peperangan di dunia perfilman yang semakin bertambah tiap tahun.
“Film tema peperangan dan perdamaian ini semakin muncul dan terlihat baik dalam genre dokumenter atau dalam genre lainnya. Para sineas pembuat film juga semakin memberikan banyak ruang pada tema mengenai peperangan ini,” kata Federico yang sudah pernah mengadakan berbagai exhibition di seluruh dunia termasuk di Jakarta bertema “Screenplay about Federico Felline”.
Federico menjelaskan bagaimana film-film mengekspos kerusakan yang ditimbulkan dari perang di masa lampau dan perannya dalam mengampanyekan perdamaian dunia.
Film pertama yang dibahas merupakan film Charlie Chaplin yang berjudul The Great Dictator. Film ini memiliki pesan yang sangat kuat mengenai tema perang dan damai. Lalu ada pula Full Metal Jacket dan Life Is Beautiful/ La vita è bella.
Ketua Program Studi Sastra Inggris Ukrida, Siegfrieda Alberti Shinta Mursita Putri menambahkan, secara umum ada pesan moral yang ingin disampaikan. Bahwa melalui karya sastra ataupun perfilman akan muncul berbagai inspirasi yang terus mengupayakan perdamaian dunia.
Lihat Juga :