Lavita Nur'aviana, Lulusan Pertama Prodi Magister Teknologi Nano ITB dengan Predikat Cumlaude
Minggu, 31 Juli 2022 - 12:26 WIB
loading...
Lavita Nuraviana Rizalputri, orang pertama yang lulus dari Prodi Magister Tenologi Nano ITB. Foto/Dok/ITB
A
A
A
JAKARTA - Lavita Nur'aviana Rizalputri merasakan euforia luar biasa pada prosesi Wisuda Ketiga ITB Tahun Akademik 2021/2022 yang digelar Sabtu (23/7/2022) di Kampus ITB, Bandung.
Pasalnya, ia terpilih mewakili 2.049 wisudawan lainnya untuk menyampaikan kata-kata perpisahan serta memimpin Salam Ganesa pada acara Sidang Terbuka tersebut.
Baca juga: Kisah Perjuangan Vivit, Mahasiswi UNY yang Dapat Kesempatan Belajar di Jerman
Dilansir dari laman resmi ITB , Minggu (31/7/2022), hal itu tentunya ada maksudnya, diketahui Lavita menjadi orang pertama yang lulus dari Program Studi Magister Tenologi Nano ITB, bahkan dengan predikat cumlaude.
Memulai pendidikan S2 di tahun 2020 dalam kondisi pandemi yang serba daring dan penuh keterbatasan tidak menghalangi asanya untuk melakukan penelitian dan menyelesaikan studinya.
“Pas pertama masuk udah full online (kegiatan belajarnya), ke laboratorium juga ga bisa, sedangkan Teknologi Nano ini fokusnya ke riset. Jadi harus menyesuaikan kondisi saat itu," Kata Lavita Nur'aviana Rizalputri.
Baca juga: 10 Universitas dengan Jurusan Desain Grafis Terbaik di Indonesia, Ini Daftarnya
Pasalnya, ia terpilih mewakili 2.049 wisudawan lainnya untuk menyampaikan kata-kata perpisahan serta memimpin Salam Ganesa pada acara Sidang Terbuka tersebut.
Baca juga: Kisah Perjuangan Vivit, Mahasiswi UNY yang Dapat Kesempatan Belajar di Jerman
Dilansir dari laman resmi ITB , Minggu (31/7/2022), hal itu tentunya ada maksudnya, diketahui Lavita menjadi orang pertama yang lulus dari Program Studi Magister Tenologi Nano ITB, bahkan dengan predikat cumlaude.
Memulai pendidikan S2 di tahun 2020 dalam kondisi pandemi yang serba daring dan penuh keterbatasan tidak menghalangi asanya untuk melakukan penelitian dan menyelesaikan studinya.
“Pas pertama masuk udah full online (kegiatan belajarnya), ke laboratorium juga ga bisa, sedangkan Teknologi Nano ini fokusnya ke riset. Jadi harus menyesuaikan kondisi saat itu," Kata Lavita Nur'aviana Rizalputri.
Baca juga: 10 Universitas dengan Jurusan Desain Grafis Terbaik di Indonesia, Ini Daftarnya
Lihat Juga :