IPB Kembangkan Beras Sorgum Kaya Manfaat, Ini Keunggulannya
Minggu, 31 Juli 2022 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
Varietas IPB SORICE mempunyai keunggulan sebagai varietas yang mempunyai potensi hasil tinggi. IPB SORICE merah mempunyai potensi hasil 7.25 ton/ha, sedangkan varietas IPB SORICE putih mempunyai potensi hasil 7.07 ton/ha lebih tinggi dari varietas nasional Numbu dan Kawali.
Baca juga: Kebijakan Baru, Ini 8 Kategori Guru Honorer yang Tak Perlu Ikut Tes PPPK 2022 dan Langsung Lulus
“Kedua varietas sorgum IPB University ini juga mampu tumbuh baik di lahan kering bertanah masam sehingga dapat mengurangi penggunaan input kapur pertanian jika ditanam di lahan bertanah masam. IPB SORICE telah ditanam di Jawa Barat, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, dan Sulawesi Selatan sebagai bagian dari kegiatan uji multi lokasi,” ujar Dr Desta.
Menurutnya, varietas IPB SORICE mempunyai ketahanan moderat terhadap penyakit karat daun yang merupakan penyakit utama sorgum di Indonesia. Ketahanan ini akan membantu mengurangi kerusakan dan kehilangan hasil akibat penyakit karat daun.
Ia menambahkan, bagi petani, bertanam sorgum IPB SORICE dapat memberikan panen lebih dari satu kali dengan sekali menanam, karena varietas IPB SORICE mampu membentuk tanaman ratun setelah dipangkas saat panen. Kemampuan meratun selain menguntungkan bagi petani juga membantu konservasi tanah karena lahan tidak harus diolah kembali untuk menanam ulang.
“Tanaman ratun juga lebih menghemat air dan pupuk serta lebih cepat panen. Panen tanaman ratun dapat mencapai 60 persen dari tanaman utama. Daun dan batang sorgum varietas IPB SORICE juga mempunyai sifat stay green yaitu tetap hijau saat dipanen sehingga bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak sapi,” imbuhnya.
Menurutnya, bagi masyarakat Indonesia yang sudah terbiasa memasak nasi dari beras padi tidak akan mengalami kesulitan dalam mengolah sorgum karena beras sorgum dapat ditanak seperti menanak nasi dari beras padi. Tepung dari biji sorgum juga dapat diolah menjadi berbagai makanan baik cake maupun kue kering yang bebas gluten dan berprotein tinggi,” tandasnya.
Baca juga: Kebijakan Baru, Ini 8 Kategori Guru Honorer yang Tak Perlu Ikut Tes PPPK 2022 dan Langsung Lulus
“Kedua varietas sorgum IPB University ini juga mampu tumbuh baik di lahan kering bertanah masam sehingga dapat mengurangi penggunaan input kapur pertanian jika ditanam di lahan bertanah masam. IPB SORICE telah ditanam di Jawa Barat, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, dan Sulawesi Selatan sebagai bagian dari kegiatan uji multi lokasi,” ujar Dr Desta.
Menurutnya, varietas IPB SORICE mempunyai ketahanan moderat terhadap penyakit karat daun yang merupakan penyakit utama sorgum di Indonesia. Ketahanan ini akan membantu mengurangi kerusakan dan kehilangan hasil akibat penyakit karat daun.
Ia menambahkan, bagi petani, bertanam sorgum IPB SORICE dapat memberikan panen lebih dari satu kali dengan sekali menanam, karena varietas IPB SORICE mampu membentuk tanaman ratun setelah dipangkas saat panen. Kemampuan meratun selain menguntungkan bagi petani juga membantu konservasi tanah karena lahan tidak harus diolah kembali untuk menanam ulang.
“Tanaman ratun juga lebih menghemat air dan pupuk serta lebih cepat panen. Panen tanaman ratun dapat mencapai 60 persen dari tanaman utama. Daun dan batang sorgum varietas IPB SORICE juga mempunyai sifat stay green yaitu tetap hijau saat dipanen sehingga bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak sapi,” imbuhnya.
Menurutnya, bagi masyarakat Indonesia yang sudah terbiasa memasak nasi dari beras padi tidak akan mengalami kesulitan dalam mengolah sorgum karena beras sorgum dapat ditanak seperti menanak nasi dari beras padi. Tepung dari biji sorgum juga dapat diolah menjadi berbagai makanan baik cake maupun kue kering yang bebas gluten dan berprotein tinggi,” tandasnya.
(nnz)
Lihat Juga :