Beberapa Sekolah Ditutup, DPR Ingatkan Kembali Penerapan Prokes dan Booster
Rabu, 03 Agustus 2022 - 13:36 WIB
loading...
Pembelajaran tatap muka. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI Bramantyo Suwondo menyoroti adanya penutupan sekolah akibat temuan kasus Covid-19 oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan beberapa daerah lainnya, yang dinilai menurun penerapan protokol kesehatannya.
Untuk itu, ia mengingatkan kembali bahwa sudah selayaknya murid, guru maupun wali murid harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat agar tidak ditemukannya kasus seperti itu. Ia pun mendorong agar semua pihak terlibat dalam kegiatan di sekolah harus segera ikut melakukan booster untuk dapat menekan penularan risiko Covid-19.
Baca juga: Jurusan Teknik Informatika dan Teknik Komputer, Ini Perbedaannya
“Menurut saya protokol kesehatan di sekolah masih harus diterapkan agar risiko penularan Covid-19 di sekolah dapat ditekan. Selain itu juga saya sekaligus mendorong agar seluruh wali murid, guru dan tenaga kependidikan untuk cepat melaksanakan booster vaksin Covid-19 agar dapat menekan risiko penularan Covid-19 sekaligus menjaga kesehatan seluruh anggota pendidikan di satuan pendidikan,” kata Bramantyo dalam keterangan pers yang dikutip Rabu (3/8/2022).
Bramantyo menilai, tidak ada masalah jika di suatu sekolah ditemukan adanya murid atau guru yang terpapar Covid-19, sekolah menerapkan kembali pembelajaran jarak jauh (PJJ) demi menjaga kesehatan semua pihak sebagai solusi sementara.
Untuk itu, ia mengingatkan kembali bahwa sudah selayaknya murid, guru maupun wali murid harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat agar tidak ditemukannya kasus seperti itu. Ia pun mendorong agar semua pihak terlibat dalam kegiatan di sekolah harus segera ikut melakukan booster untuk dapat menekan penularan risiko Covid-19.
Baca juga: Jurusan Teknik Informatika dan Teknik Komputer, Ini Perbedaannya
“Menurut saya protokol kesehatan di sekolah masih harus diterapkan agar risiko penularan Covid-19 di sekolah dapat ditekan. Selain itu juga saya sekaligus mendorong agar seluruh wali murid, guru dan tenaga kependidikan untuk cepat melaksanakan booster vaksin Covid-19 agar dapat menekan risiko penularan Covid-19 sekaligus menjaga kesehatan seluruh anggota pendidikan di satuan pendidikan,” kata Bramantyo dalam keterangan pers yang dikutip Rabu (3/8/2022).
Bramantyo menilai, tidak ada masalah jika di suatu sekolah ditemukan adanya murid atau guru yang terpapar Covid-19, sekolah menerapkan kembali pembelajaran jarak jauh (PJJ) demi menjaga kesehatan semua pihak sebagai solusi sementara.
Lihat Juga :