27 Perguruan Tinggi Bahas Penanganan Pandemi Tingkat ASEAN
Rabu, 10 Agustus 2022 - 09:09 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim, penyelenggaraan The 2nd ITTP merupakan bukti kemampuan Indonesia untuk mendorong kebangkitan dan pemulihan global melalui Presidensi G20 tahun ini.
“Kita tentu berharap ASEAN dapat menjadi kawasan yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan yang menanti di masa depan. Oleh karena itu, saya berharap konferensi ini dapat menghadirkan berbagai rekomendasi strategis yang mengedepankan semangat gotong royong, khususnya di antara negara-negara ASEAN. Mari kita terus memperkuat ketahanan ASEAN untuk pemulihan global,” kata Nadiem.
Acara yang berlangsung pada 6–8 Agustus ini mengangkat tiga topik utama penelitian, yaitu kerja sama teknologi di bidang kesehatan; kebijakan teknologi kesehatan untuk menciptakan ketahanan kesehatan; dan promosi pariwisata aman yang mengedepankan protokol kesehatan.
Topik-topik penelitian ini akan disarikan menjadi rekomendasi kebijakan bagi sekretariat ASEAN maupun pemerintah negara-negara Asia Tenggara untuk memulihkan kondisi pascapandemi. Kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka kesempatan dan ruang kolaborasi antarpeneliti di negara-negara Asia Tenggara.
“Semoga apa-apa yang disampaikan dalam kegiatan yang berlangsung selama 3 hari ini dapat menjadi masukkan bagi ASEAN dalam menghadapi kondisi pasca pandemi Covid-19 sekaligus memperkuat kolaborasi antar peneliti di Asia Tenggara untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan ASEAN lainnya di masa depan,” kata Sekretaris Universitas UI dr. Agustin Kusumayati.
Terkait upaya untuk menciptakan ketahanan ekonomi dan keamanan kesehatan pascapandemi Covid-19, Pemerintah Indonesia telah melakukan kolaborasi dengan masyarakat, salah satunya melalui program vaksinasi. Perwakilan Kantor Staf Presiden, Dr. dr. Brian Prahastuti menyampaikan, program ini mendapat dukungan dari masyarakat melalui korporasi dan komunitas yang mendorong pelaksanaan vaksinasi melalui pembukaan tempat pelaksanaan vaksinasi.
“Kita tentu berharap ASEAN dapat menjadi kawasan yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan yang menanti di masa depan. Oleh karena itu, saya berharap konferensi ini dapat menghadirkan berbagai rekomendasi strategis yang mengedepankan semangat gotong royong, khususnya di antara negara-negara ASEAN. Mari kita terus memperkuat ketahanan ASEAN untuk pemulihan global,” kata Nadiem.
Acara yang berlangsung pada 6–8 Agustus ini mengangkat tiga topik utama penelitian, yaitu kerja sama teknologi di bidang kesehatan; kebijakan teknologi kesehatan untuk menciptakan ketahanan kesehatan; dan promosi pariwisata aman yang mengedepankan protokol kesehatan.
Topik-topik penelitian ini akan disarikan menjadi rekomendasi kebijakan bagi sekretariat ASEAN maupun pemerintah negara-negara Asia Tenggara untuk memulihkan kondisi pascapandemi. Kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka kesempatan dan ruang kolaborasi antarpeneliti di negara-negara Asia Tenggara.
“Semoga apa-apa yang disampaikan dalam kegiatan yang berlangsung selama 3 hari ini dapat menjadi masukkan bagi ASEAN dalam menghadapi kondisi pasca pandemi Covid-19 sekaligus memperkuat kolaborasi antar peneliti di Asia Tenggara untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan ASEAN lainnya di masa depan,” kata Sekretaris Universitas UI dr. Agustin Kusumayati.
Terkait upaya untuk menciptakan ketahanan ekonomi dan keamanan kesehatan pascapandemi Covid-19, Pemerintah Indonesia telah melakukan kolaborasi dengan masyarakat, salah satunya melalui program vaksinasi. Perwakilan Kantor Staf Presiden, Dr. dr. Brian Prahastuti menyampaikan, program ini mendapat dukungan dari masyarakat melalui korporasi dan komunitas yang mendorong pelaksanaan vaksinasi melalui pembukaan tempat pelaksanaan vaksinasi.
Lihat Juga :