Cicipi Kuliner Sorgum Kreasi SMK PGRI 2 Kudus, Moeldoko: Enak dan Punya Nilai Jual
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 07:43 WIB
loading...
A
A
A
M Fauz Gamel, salah seorang pelajar SMK PGRI 2 Kudus yang mengikuti Festival Sorgum, mengaku sangat senang saat terlibat dalam dalam proses kreatif pengolahan sajian makanan berbahan sorgum. Dia pun merasa sangat tertantang dengan kegiatan ini.
"Sebagai pelajar SMK yang memiliki keterampilan di bidang kuliner, kami merasa harus terlibat dan ikut mendukung program Presiden Jokowi dalam memanfaatkan sorgum sebagai pangan alternatif. Saya juga sangat bangga karena nasi goreng sorgum yang saya olah bisa menjadi juara dalam Festival Sorgum ini, harapannya saya memperkenalkan sorgum lewat sajian ini kepada masyarakat," jelasnya.
Diketahui, dalam proses pengolahan sorgum, SMK PGRI 2 Kudus merupakan binaan Djarum Foundation yang juga berkolaborasi dengan perkumpulan Aku Cinta Makanan Indonesia (ACMI) sebagai konsultan pengembangan bahan pangan lokal. ACMI bersama para staf pengajar SMK PGRI 2 Kudus memberikan arahan dan pendampingan kepada para siswa agar mampu memahami karakteristik sorgum serta mengolahnya menjadi sajian dengan cita rasa dan kualitas terbaik.
"Tepung sorgum memiliki sifat gluten free jadi membutuhkan waktu lebih lama untuk menyatukan adonannya. Tetapi tepung sorgum ini memiliki indeks glikemik rendah sehingga sangat cocok digunakan oleh penderita diabetes. Selain itu sorgum juga memiliki serat yang tinggi. Jadi sebenarnya sorgum sangat memiliki banyak manfaat namun belum banyak masyarakat yang mengetahui," kata Ketua ACMI Santhi Serad.
Program Officer Bakti Pendidikan Djarum Foundation Galuh Paskamagma mengungkapkan, dalam menyajikan olahan sorgum tidak hanya membutuhkan hard skill, tetapi juga soft skills. Menurutnya, para siswa harus kreatif dalam membuat resep, berpikir kritis dalam melakukan penyesuaian maupun substitusi tepung biasa ke tepung sorgum. Untuk itu, masih kata Galuh, penerapan Merdeka Belajar di SMK PGRI 2 Kudus adalah langkah yang tepat untuk mempersiapkan bekal para pelajar untuk mengembangkan kemampuan sesuai dengan bakat dan passion di dunia kuliner.
"Siswa di SMK PGRI 2 Kudus boleh memilih pembelajaran sesuai dengan minatnya di industri kuliner sehingga siswa tidak merasa terbebani dengan proses belajar dan akhirnya membuat siswa menjadi lebih produktif dan kreatif. Salah satu buktinya siswa bisa membuat olahan sorgum yang menjadi produk olahan dari Teaching Factory di SMK PGRI 2 Kudus yaitu Jiva Bestari," katanya.
"Sebagai pelajar SMK yang memiliki keterampilan di bidang kuliner, kami merasa harus terlibat dan ikut mendukung program Presiden Jokowi dalam memanfaatkan sorgum sebagai pangan alternatif. Saya juga sangat bangga karena nasi goreng sorgum yang saya olah bisa menjadi juara dalam Festival Sorgum ini, harapannya saya memperkenalkan sorgum lewat sajian ini kepada masyarakat," jelasnya.
Diketahui, dalam proses pengolahan sorgum, SMK PGRI 2 Kudus merupakan binaan Djarum Foundation yang juga berkolaborasi dengan perkumpulan Aku Cinta Makanan Indonesia (ACMI) sebagai konsultan pengembangan bahan pangan lokal. ACMI bersama para staf pengajar SMK PGRI 2 Kudus memberikan arahan dan pendampingan kepada para siswa agar mampu memahami karakteristik sorgum serta mengolahnya menjadi sajian dengan cita rasa dan kualitas terbaik.
"Tepung sorgum memiliki sifat gluten free jadi membutuhkan waktu lebih lama untuk menyatukan adonannya. Tetapi tepung sorgum ini memiliki indeks glikemik rendah sehingga sangat cocok digunakan oleh penderita diabetes. Selain itu sorgum juga memiliki serat yang tinggi. Jadi sebenarnya sorgum sangat memiliki banyak manfaat namun belum banyak masyarakat yang mengetahui," kata Ketua ACMI Santhi Serad.
Program Officer Bakti Pendidikan Djarum Foundation Galuh Paskamagma mengungkapkan, dalam menyajikan olahan sorgum tidak hanya membutuhkan hard skill, tetapi juga soft skills. Menurutnya, para siswa harus kreatif dalam membuat resep, berpikir kritis dalam melakukan penyesuaian maupun substitusi tepung biasa ke tepung sorgum. Untuk itu, masih kata Galuh, penerapan Merdeka Belajar di SMK PGRI 2 Kudus adalah langkah yang tepat untuk mempersiapkan bekal para pelajar untuk mengembangkan kemampuan sesuai dengan bakat dan passion di dunia kuliner.
"Siswa di SMK PGRI 2 Kudus boleh memilih pembelajaran sesuai dengan minatnya di industri kuliner sehingga siswa tidak merasa terbebani dengan proses belajar dan akhirnya membuat siswa menjadi lebih produktif dan kreatif. Salah satu buktinya siswa bisa membuat olahan sorgum yang menjadi produk olahan dari Teaching Factory di SMK PGRI 2 Kudus yaitu Jiva Bestari," katanya.
(zik)
Lihat Juga :