Sjarif Thajeb, Rektor Universitas Indonesia Pertama dengan Latar Belakang Militer
Jum'at, 26 Agustus 2022 - 05:20 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Keren! 4 Mahasiswa ITS Juarai Kompetisi Desain Berskala Internasional di Bali
Kemudian, Ia menjadi Kepala Bank dan Laboratorium Darah Angkatan Darat serta menjadi Direktur Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo di Jakarta selama tahun 1961 - 1962.
Sebelum menjabat sebagai Rektor UI ke-5 dengan masa jabatan tahun 1962 - 1964, Ia sudah menjadi dosen di Fakultas Kedokteran bagian Anak. Dilanjut dengan menjabat sebagai Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Indonesia (PTIP) ke-2 dengan masa jabatan selama tiga tahun, dimulai dari tanggal 27 Agustus 1964 - 24 Februari 1966.
Memasuki masa transisi, Sjarif Thajeb terpilih menjadi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR) di tahun 1966 - 1971. Setelah tugasnya sebagai Wakil Ketua DPR-GR usai, Ia ditunjuk sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat dan Brazil di Washington, pada tahun 1971 - 1974.
Kariernya pun terus meningkat, Ia terpilih menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia ke-16 pada Kabinet Pembangunan II dengan masa jabatan 22 Januari 1974 - 29 Maret 1978.
Ia juga merangkap jabatan sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia menggantikan Adam Malik dengan masa jabatan selama beberapa bulan, dimulai dari 1 Oktober 1977 - 29 Maret 1978.
Kemudian, Ia menjadi Kepala Bank dan Laboratorium Darah Angkatan Darat serta menjadi Direktur Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo di Jakarta selama tahun 1961 - 1962.
Sebelum menjabat sebagai Rektor UI ke-5 dengan masa jabatan tahun 1962 - 1964, Ia sudah menjadi dosen di Fakultas Kedokteran bagian Anak. Dilanjut dengan menjabat sebagai Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Indonesia (PTIP) ke-2 dengan masa jabatan selama tiga tahun, dimulai dari tanggal 27 Agustus 1964 - 24 Februari 1966.
Memasuki masa transisi, Sjarif Thajeb terpilih menjadi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR) di tahun 1966 - 1971. Setelah tugasnya sebagai Wakil Ketua DPR-GR usai, Ia ditunjuk sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat dan Brazil di Washington, pada tahun 1971 - 1974.
Kariernya pun terus meningkat, Ia terpilih menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia ke-16 pada Kabinet Pembangunan II dengan masa jabatan 22 Januari 1974 - 29 Maret 1978.
Ia juga merangkap jabatan sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia menggantikan Adam Malik dengan masa jabatan selama beberapa bulan, dimulai dari 1 Oktober 1977 - 29 Maret 1978.
Lihat Juga :