Kisah 2 Mahasiswa Penerima KIP Kuliah, Raih Prestasi Juga IPK Tinggi
Jum'at, 26 Agustus 2022 - 11:30 WIB
loading...
A
A
A
Sejak semester satu, Yuliana aktif di berbagai organisasi yang ada di kampus, seperti Korps Sukarela Palang Merah Remaja (KSRPMI) unit kampus, ikut program Pejuang Muda yang digelar Kementerian Sosial, serta ikut kegiatan keagamaan berupa Latihan Dasar Kepempimpinan Mahasiswa (LDKM) Unit Kerohanian Mahasiswa Muslim (UKMM) Universitas Lambung Mangkurat.
Baca juga: 10 Awardee IISMA 2022 Berangkat Studi ke Penn State University
Yuliana juga sempat mengukir prestasi. Pada Semester 1 2021 lalu, ia menjadi juara II pada lomba resensi buku korupsi yang digelar Pusat Kajian Anti Korupsi dan Good Governance (Parang) Universitas Lambung Mangkurat.
“Alhamdulillah, walaupun aktif di organisasi kampus, saya bisa meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang pada semester I lalu mencapai 3,7, namun turun pada semester II menjadi 3,5,” katanya.
Ditanya soal penggunaan uang bantuan KIP Kuliah, Yuliana menjelaskan, dari bantuan Rp5,7 juta per semesternya, ia alokasikan setiap bulannya sekitar Rp900 ribu-an. “Rp450 ribu untuk biaya kos, Rp300 ribu biaya makan atau belanja, sisanya ditabung untuk keperluan kuliah,” kata Yuliana yang punya cita-cita menjadi guru tersebut.
Bantu Ekonomi Keluarga
Kebermanfaatan bantuan pendidikan KIP Kuliah juga dirasakan Muhammad Zaini Saputra, mahasiswa dari Program Studi Manajemen Informatika Politeknik Negeri Banjarmasin.
Mahasiswa semester lima ini sudah menghadapi perceraian orang tuanya saat masih duduk di kelas 4 sekolah dasar dan Zaini ikut ibunya. Seusai ditinggalkan cerai ayahnya, ibundanya kemudian mencari nafkah dengan berjualan ikan asin di Pasar Subuh Sekumpul, Martapura.
Baca juga: 10 Awardee IISMA 2022 Berangkat Studi ke Penn State University
Yuliana juga sempat mengukir prestasi. Pada Semester 1 2021 lalu, ia menjadi juara II pada lomba resensi buku korupsi yang digelar Pusat Kajian Anti Korupsi dan Good Governance (Parang) Universitas Lambung Mangkurat.
“Alhamdulillah, walaupun aktif di organisasi kampus, saya bisa meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang pada semester I lalu mencapai 3,7, namun turun pada semester II menjadi 3,5,” katanya.
Ditanya soal penggunaan uang bantuan KIP Kuliah, Yuliana menjelaskan, dari bantuan Rp5,7 juta per semesternya, ia alokasikan setiap bulannya sekitar Rp900 ribu-an. “Rp450 ribu untuk biaya kos, Rp300 ribu biaya makan atau belanja, sisanya ditabung untuk keperluan kuliah,” kata Yuliana yang punya cita-cita menjadi guru tersebut.
Bantu Ekonomi Keluarga
Kebermanfaatan bantuan pendidikan KIP Kuliah juga dirasakan Muhammad Zaini Saputra, mahasiswa dari Program Studi Manajemen Informatika Politeknik Negeri Banjarmasin.
Mahasiswa semester lima ini sudah menghadapi perceraian orang tuanya saat masih duduk di kelas 4 sekolah dasar dan Zaini ikut ibunya. Seusai ditinggalkan cerai ayahnya, ibundanya kemudian mencari nafkah dengan berjualan ikan asin di Pasar Subuh Sekumpul, Martapura.
Lihat Juga :