Menko PMK Dorong Kampus Jadikan Lulusannya Punya Mental Pengusaha
Jum'at, 26 Agustus 2022 - 12:23 WIB
loading...
A
A
A
Hal ini disampaikan Menko PMK dikutip dari pidatonya saat menyampaikan orasi ilmiah dalam Dies Natalis Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Ke-21 pada Kamis (25/8/2022).
Baca juga: Berusia 15 Tahun, Ary Nur Huda Jadi Mahasiswa Termuda UPN Yogya
Karenanya, Muhadjir mendorong anak-anak muda untuk memiliki mental pengusaha adalah pilihan tepat untuk memanfaatkan bonus demografi. “Pilihan paling rasional yaitu mendorong anak-anak muda untuk terjun ke dunia usaha untuk mandiri. Menjadi employer bukan employee. Itu idealnya,” ujar Muhadjir.
“Karena itu saya mohon mahasiswa dibekali kecakapan, keterampilan, dan keahlian yang memadai. Dan harus ditanamkan betul mental sejak dini bahwa mereka bukan mental pencari kerja tapi menjadi pioneer pencipta lapangan kerja,” ucapnya.
Menurut Muhadjir, apabila setiap perguruan tinggi bisa menciptakan lulusan yang memiliki mental pengusaha dan menciptakan lapangan kerja, maka tantangan bonus demografi bisa dilewati dengan baik.
“Kalau kita berhasil menyiapkan angkatan kerja sesuai dengan yang dibutuhkan dunia kerja dan tersedia lapangan kerja yang sangat luas, baru kita bisa menjadi negara maju. Tetapi kalau gagal, maka kita akan masuk menjadi negara middle income trap, negara pendapatan menengah,” ujarnya.
Baca juga: Berusia 15 Tahun, Ary Nur Huda Jadi Mahasiswa Termuda UPN Yogya
Karenanya, Muhadjir mendorong anak-anak muda untuk memiliki mental pengusaha adalah pilihan tepat untuk memanfaatkan bonus demografi. “Pilihan paling rasional yaitu mendorong anak-anak muda untuk terjun ke dunia usaha untuk mandiri. Menjadi employer bukan employee. Itu idealnya,” ujar Muhadjir.
“Karena itu saya mohon mahasiswa dibekali kecakapan, keterampilan, dan keahlian yang memadai. Dan harus ditanamkan betul mental sejak dini bahwa mereka bukan mental pencari kerja tapi menjadi pioneer pencipta lapangan kerja,” ucapnya.
Menurut Muhadjir, apabila setiap perguruan tinggi bisa menciptakan lulusan yang memiliki mental pengusaha dan menciptakan lapangan kerja, maka tantangan bonus demografi bisa dilewati dengan baik.
“Kalau kita berhasil menyiapkan angkatan kerja sesuai dengan yang dibutuhkan dunia kerja dan tersedia lapangan kerja yang sangat luas, baru kita bisa menjadi negara maju. Tetapi kalau gagal, maka kita akan masuk menjadi negara middle income trap, negara pendapatan menengah,” ujarnya.
(nnz)
Lihat Juga :