Menko PMK Dorong Kampus Jadikan Lulusannya Punya Mental Pengusaha
Jum'at, 26 Agustus 2022 - 12:23 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. Foto/Humas Kemenko PMK.
A
A
A
JAKARTA - Perguruan tinggi didorong untuk mendesain skema pendidikan yang bisa menjadikan lulusannya mempunyai mental pengusaha. Hal ini untuk mendukung bonus demografi Indonesia.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. Mengingat, di tahun 2030 Indonesia akan memasuki masa puncak bonus demografi. Di tahun tersebut, jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) produktif akan lebih besar daripada yang non produktif.
Baca juga: Kisah 2 Mahasiswa Penerima KIP Kuliah, Raih Prestasi Juga IPK Tinggi
Di satu sisi, bonus demografi adalah anugerah karena angkatan kerja produktif Indonesia melimpah. Namun, di sisi lain, bonus demografi juga terdapat tantangan besar. Sehingga, pemerintah pun setidaknya menyediakan 3,6 juta lapangan pekerjaan tiap tahunnya. Akan tetapi, menurut Muhadjir, hal itu cukup sulit untuk dipenuhi oleh pemerintah saja.
“Karena kalau mengandalkan pemerintah harus menyiapkan 3,6 juta lapangan kerja per tahun sangat tidak mungkin. Kondisi industri kita belum sebagus negara maju,” kata Muhadjir, Jumat (26/8/2022).
Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. Mengingat, di tahun 2030 Indonesia akan memasuki masa puncak bonus demografi. Di tahun tersebut, jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) produktif akan lebih besar daripada yang non produktif.
Baca juga: Kisah 2 Mahasiswa Penerima KIP Kuliah, Raih Prestasi Juga IPK Tinggi
Di satu sisi, bonus demografi adalah anugerah karena angkatan kerja produktif Indonesia melimpah. Namun, di sisi lain, bonus demografi juga terdapat tantangan besar. Sehingga, pemerintah pun setidaknya menyediakan 3,6 juta lapangan pekerjaan tiap tahunnya. Akan tetapi, menurut Muhadjir, hal itu cukup sulit untuk dipenuhi oleh pemerintah saja.
“Karena kalau mengandalkan pemerintah harus menyiapkan 3,6 juta lapangan kerja per tahun sangat tidak mungkin. Kondisi industri kita belum sebagus negara maju,” kata Muhadjir, Jumat (26/8/2022).
Lihat Juga :