Pelajar RI Raih Juara Kompetisi Microsoft, Gagas Sea Waste Scavengers
Jum'at, 02 September 2022 - 17:19 WIB
loading...
A
A
A
Dari salah satu 17 tujuan utama SDG, yang cukup konsisten menjadi gagasan di sekolahnya adalah tujuan nomor 14 yaitu Ekosistem Lautan. Berangkat dari kesadaran tentang pentingnya menjaga ekosistem laut dan keminatan di bidang teknologi, murid kelas 8 Evan Felix Santoso berhasil memenangkan kompetisi Imagine Cup Junior (ICJ) 2022 yang diselenggarakan oleh Microsoft Indonesia.
Bersama-sama dengan ribuan remaja lainnya dari berbagai belahan dunia, Evan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan menjadikannya satu-satunya wakil Indonesia di antara 10 pemenang kompetisi tersebut dengan membawa konsep Sea Waste Scavengers. Evan berhasil menyisihkan ribuan remaja lainnya dari seluruh dunia.
Baca juga: Ini Jumlah Sekolah Milik Muhammadiyah di Seluruh Indonesia, Mulai dari TK sampai Universitas
Evan menjelaskan, atas dorongan dari salah satu gurunya, Nikhil Loyola Dosuza, ia pun bergabung dengan ICJ. Setelah bergabung dia pun mengikuti pelatihan di bawah bimbingan gurunya itu yang mengajarinya tentang aturan, mekanisme, dan membuat presentasi yang efektif dan solusi kreatif.
"Teknologi AI ini saya implementasikan di kapal listrik bertenaga air dan surya guna melacak, menemukan, serta mengambil sampah plastik yang ada di lautan. Saya harap inovasi ini mampu menginsiprasi generasi muda lainnya untuk memiliki kepekaan terhadap pencemaran laut, sehingga kehidupan laut kita menjadi terjaga kebersihan dan keindahannya," ungkapnya.
Bersama-sama dengan ribuan remaja lainnya dari berbagai belahan dunia, Evan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan menjadikannya satu-satunya wakil Indonesia di antara 10 pemenang kompetisi tersebut dengan membawa konsep Sea Waste Scavengers. Evan berhasil menyisihkan ribuan remaja lainnya dari seluruh dunia.
Baca juga: Ini Jumlah Sekolah Milik Muhammadiyah di Seluruh Indonesia, Mulai dari TK sampai Universitas
Evan menjelaskan, atas dorongan dari salah satu gurunya, Nikhil Loyola Dosuza, ia pun bergabung dengan ICJ. Setelah bergabung dia pun mengikuti pelatihan di bawah bimbingan gurunya itu yang mengajarinya tentang aturan, mekanisme, dan membuat presentasi yang efektif dan solusi kreatif.
"Teknologi AI ini saya implementasikan di kapal listrik bertenaga air dan surya guna melacak, menemukan, serta mengambil sampah plastik yang ada di lautan. Saya harap inovasi ini mampu menginsiprasi generasi muda lainnya untuk memiliki kepekaan terhadap pencemaran laut, sehingga kehidupan laut kita menjadi terjaga kebersihan dan keindahannya," ungkapnya.
Lihat Juga :