Digitalisasi di Pendidikan Dasar dan Menengah Perlu Dipercepat

Jum'at, 16 September 2022 - 14:30 WIB
loading...
Digitalisasi di Pendidikan Dasar dan Menengah Perlu Dipercepat
PT IndoSterling Technomedia (TECH) melalui aplikasi Edufecta mengincar pasar pendidikan dasar dan menengah. Foto/Istimewa.
A A A
JAKARTA - Digitalisasi di dunia pendidikan menjadi salah satu faktor yang dibutuhkan pada masa kini. Tidak hanya di pendidikan tinggi namun digitalisasi pendidikan di jenjang pendidikan dasar dan menengah perlu diperhatikan.

Sukses bekerja sama mengoptimalisasi pembelajaran dengan seribu lebih Perguruan Tinggi Swasta, PT IndoSterling Technomedia (TECH) melalui aplikasi Edufecta mengincar pasar pendidikan dasar dan menengah.

Direktur Utama PT IndoSterling Technomedia Tbk (TECH) Billy Andrian mengatakan, ekspansi ini dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam mendukung dan mempercepat digitalisasi di dunia pendidikan di Indonesia.

Baca juga: Ini Perbedaan Jurusan Teknik Kelautan dan Ilmu Kelautan serta Prospek Kerjanya

"Tujuan dari perluasan market ini kami lakukan untuk berkontribusi dalam peningkatan standar pendidikan Indonesia. Digitalisasi pembelajaran menjadi kebutuhan yang tak bisa dihindari lagi pada masa sekarang," kata Billy, melalui keterangan resmi, Jumat (16/9/2022).

Billy memaparkan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pelajar di Indonesia pada tahun ajaran 2020/2021 tercatat ada sebanyak 45,21 juta. Dari jumlah tersebut, mayoritas atau sebanyak 24,84 juta siswa (54,95%) di antaranya merupakan siswa sekolah dasar (SD). Lalu untuk pelajar SMP sebanyak 10,09 juta dan 5,01 juta siswa adalah pelajar SMA.

"Berdasarkan sebaran wilayah, pelajar di Pulau Jawa masih mendominasi jumlahnya. Berdasarkan data BPS tersebut, ekspansi dan percepatan digitalisasi pendidikan di tingkat dasar dan menengah menjadi kebutuhan yang tak bisa diabaikan,” paparnya.

Artinya, lanjut dia, perlu ada perhatian dan dukungan serius dalam upaya mempercepat proses digitalisasi pendidikan di segmentasi kelompok tersebut yang kini didorong oleh kebijakan pemerintah mengadopsi sistem Merdeka Belajar.

Baca juga: Inovatif, Mahasiswa UGM Gagas Minyak Goreng dari Mikroalga

Salah satu misi Merdeka Belajar adalah percepatan digitalisasi. Tak hanya terkait data administrasi namun menyentuh pada fasilitas digital yang dapat digunakan sebagai sumber belajar, sarana belajar, serta dapat mengakses informasi yang akan membantu dalam meningkatkan kualitas pembelajaran

"Sesuai dengan visi induk sebagai big data enabler, maka Edufecta akan terus membangun pipeline big data di sektor pendidikan formal. Di sinilah menjadi penting proses digitalisasi pendidikan di tingkat dasar dan menengah ini," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ucu Komarudin, CEO PT Technomedia Interkom Cemerlang (Edufecta) menilai kontribusi yang dapat diberikan melalui Edufecta adalah memberikan kemudahan bagi ekosistem pendidikan hendak membangun digitalisasi pembelajarannya.

"Di sini Edufecta hadir untuk membangun pipeline pendidikan untuk peningkatan kualitas academic path. Sekaligus juga menjadi solusi atas jawaban tantangan dunia bisnis yang semakin dinamis pada masa sekarang dan masa depan," ujarnya.

Edufecta merupakan produk digital yang dikembangkan oleh PT IndoSterling Technomedia Tbk (TECH). Perusahaan yang saham pengendalinya dimiliki oleh Sean William Henley (SWH) ini merupakan salah satu anak usaha dari IndoSterling Group.

Sebelumnya, TECH bekerja sama dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) dalam upaya percepatan digitalisasi perguruan tinggi swasta dalam mewujudkan Program Kampus Merdeka yang dikembangkan oleh Kemendikbudristek.
(nnz)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1690 seconds (11.97#12.26)