INAYES Goes To School, Ansari Kadir Berikan Tips Bermedia Sosial dan Game Online
Jum'at, 16 September 2022 - 17:15 WIB
loading...
A
A
A
Mengenai game online, Ansari Kadir menerangkan bahwa ada sisi positif dari game online itu sendiri, seperti memiliki jaringan pertemanan dari berbagai daerah dan juga melatih respons untuk cepat berpikir dan bertindak dalam memecahkan suatu masalah.
"Tapi negatifnya adalah mungkin kalian akan menjadi orang yang dalam dunia nyata akan selalu berhubungan dengan gadget. Kedua, orang yang main game itu rata-rata tidak mempedulikan kebersihannya. Terakhir, menghabiskan uang untuk membeli diamond, uang sekolahnya bukan untuk membeli makan malah beli diamond. Hati-hati ya kesehatan lebih penting," terangnya.
Jadi kesimpulannya, lanjut Ansari Kadir, bermanfaat atau tidaknya media sosial dan game online itu tergantung bagaimana cara penggunanya sendiri menggunakan kedua hal tersebut.
"Jadi media sosial itu coba lalukan hal yang bermanfaat misalnya informasi, edukasi, informatif. Jadi orang nanti misalnya mau mengunjungiInstagram kalian dia tahu harus mendapatkan informasi apa itu salah satu cara meningkatkan followers. Saya gini-gini udah centang biru, gak percaya? caranya gimana? Informasi yang saya sampaikan di dalam IG saya, edukasi UMKM, gimana cara memulai bisnis usaha dari kecil ke menengah. Nah kalian ingin menjadi konten kreator dan banyak follower uploadlah tentang game, gimana cara bermain dengan baik," kata Ansari Kadir.
Selain Ansari Kadir, turut hadir dalam kegiatan INAYES Goes to School di SMAN 81 Jakarta, Ketua Umum DPP INAYES Aldi Dwi Prastianto, Sekjen DPP INAYES Ryan Agushar Salim, Ketua Departemen Perlindungan Anak DPP INAYES yang juga bertugas sebagai pembawa acara Offie Dwi Natalia, Ketua Departemen Kerja Sama, Kelembagaan dan Media Margaretta Putri, dan Pemenang Putri Hijabfluencer Provinsi Sumatera Barat Nindry Meyri Rinaldi.
"Tapi negatifnya adalah mungkin kalian akan menjadi orang yang dalam dunia nyata akan selalu berhubungan dengan gadget. Kedua, orang yang main game itu rata-rata tidak mempedulikan kebersihannya. Terakhir, menghabiskan uang untuk membeli diamond, uang sekolahnya bukan untuk membeli makan malah beli diamond. Hati-hati ya kesehatan lebih penting," terangnya.
Jadi kesimpulannya, lanjut Ansari Kadir, bermanfaat atau tidaknya media sosial dan game online itu tergantung bagaimana cara penggunanya sendiri menggunakan kedua hal tersebut.
"Jadi media sosial itu coba lalukan hal yang bermanfaat misalnya informasi, edukasi, informatif. Jadi orang nanti misalnya mau mengunjungiInstagram kalian dia tahu harus mendapatkan informasi apa itu salah satu cara meningkatkan followers. Saya gini-gini udah centang biru, gak percaya? caranya gimana? Informasi yang saya sampaikan di dalam IG saya, edukasi UMKM, gimana cara memulai bisnis usaha dari kecil ke menengah. Nah kalian ingin menjadi konten kreator dan banyak follower uploadlah tentang game, gimana cara bermain dengan baik," kata Ansari Kadir.
Selain Ansari Kadir, turut hadir dalam kegiatan INAYES Goes to School di SMAN 81 Jakarta, Ketua Umum DPP INAYES Aldi Dwi Prastianto, Sekjen DPP INAYES Ryan Agushar Salim, Ketua Departemen Perlindungan Anak DPP INAYES yang juga bertugas sebagai pembawa acara Offie Dwi Natalia, Ketua Departemen Kerja Sama, Kelembagaan dan Media Margaretta Putri, dan Pemenang Putri Hijabfluencer Provinsi Sumatera Barat Nindry Meyri Rinaldi.
(zik)
Lihat Juga :