Riset: 94 Persen Warga Jarang Perawatan Gigi, SATU Dental Tawarkan Kesehatan Gigi-Mulut Terjangkau
Jum'at, 23 September 2022 - 09:32 WIB
loading...
Chief Strategy Officer SATU Dental Felix Saputra (tengah) dalam gelaran SATU Dental; Influencers & Media di Jakarta, Kamis (22/9). Foto/Dok/SATU Dental
A
A
A
JAKARTA - Gigi dan mulut menjadi bagian tubuh yang harus dijaga kesehatannya secara rutin dan berkala, sehingga senantiasa terjaga dan terawat. Namun, kesadaran akan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia masih rendah. Banyak masyarakat yang abai karena minimnya edukasi perawatan kesehatan gigi dan mulut.
Chief Strategy Officer Satu Dental Felix Saputra menyatakan, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, sebanyak 94,9% masyarakat perkotaan di Indonesia tidak pernah ke dokter gigi dalam setahun terakhir. Tidak hanya itu, dari 57,6% penduduk Indonesia yang mengalami masalah gigi dan mulut, hanya 10,2% yang mendapatkan pelayanan medis.
Baca juga: 100 Universitas Terbaik di Indonesia Versi UniRank 2022, Hampir 50 Persen Kampus Top dari Swasta
Menurutnya, banyak faktor kenapa orang enggan ke dokter gigi. Mulai dari anggapan bahwa sakit gigi dan mulut bisa diobati sendiri, malu karena giginya kotor dan rusak, trauma masa kecil, merasa giginya tidak bermasalah, lokasi yang jauh ke dokter gigi, mahalnya tarif dokter gigi hingga takut dengan tindakan medis dokter gigi.
"Tidak hanya tingkat kesadaran masyarakat yang masih minim, faktor biaya yang relatif mahal menjadi salah satu alasan masyarakat enggan melakukan perawatan gigi dan mulut," kata Felix Saputra dalam gelaran SATU Dental; Influencers & Media di Jakarta, Kamis (22/9/2022).
Kegiatan itu diadakan dalam rangka memperluas penyampaian brand values dan meningkatkan awareness masyarakat terkait pentingnya oral health dengan cara yang inspiratif dan kreatif melalui kampanye bertajuk #UNJUKGIGI. Satu Dental hadir dengan konsep one stop solutions untuk semua permasalahan gigi dan mulut dengan harga yang terjangkau.
Chief Strategy Officer Satu Dental Felix Saputra menyatakan, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, sebanyak 94,9% masyarakat perkotaan di Indonesia tidak pernah ke dokter gigi dalam setahun terakhir. Tidak hanya itu, dari 57,6% penduduk Indonesia yang mengalami masalah gigi dan mulut, hanya 10,2% yang mendapatkan pelayanan medis.
Baca juga: 100 Universitas Terbaik di Indonesia Versi UniRank 2022, Hampir 50 Persen Kampus Top dari Swasta
Menurutnya, banyak faktor kenapa orang enggan ke dokter gigi. Mulai dari anggapan bahwa sakit gigi dan mulut bisa diobati sendiri, malu karena giginya kotor dan rusak, trauma masa kecil, merasa giginya tidak bermasalah, lokasi yang jauh ke dokter gigi, mahalnya tarif dokter gigi hingga takut dengan tindakan medis dokter gigi.
"Tidak hanya tingkat kesadaran masyarakat yang masih minim, faktor biaya yang relatif mahal menjadi salah satu alasan masyarakat enggan melakukan perawatan gigi dan mulut," kata Felix Saputra dalam gelaran SATU Dental; Influencers & Media di Jakarta, Kamis (22/9/2022).
Kegiatan itu diadakan dalam rangka memperluas penyampaian brand values dan meningkatkan awareness masyarakat terkait pentingnya oral health dengan cara yang inspiratif dan kreatif melalui kampanye bertajuk #UNJUKGIGI. Satu Dental hadir dengan konsep one stop solutions untuk semua permasalahan gigi dan mulut dengan harga yang terjangkau.
Lihat Juga :